SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta BUMD PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) memperjelas bidang usaha yang digelutinya saat ini.
Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro, Doni Bayu Setiawan, mengatakan, status PT BBS harus jelas. Jangan sampai terkesan menjadi makelar saja, sehingga tidak bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan maksimal.
“Kalau cuma sewa menyewa dan kerjasama dengan mitra itu namanya broker, kalau perlu kita rubah melalui Perda biar jelas statusnya,” tandas Doni pada saat membahas potensi pendapatan KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Perkiraan Plafon Anggaran Sementara) di gedung Dewan setempat.
Politisi asal PDI-P ini menyayangkan sikap dari perusahaan kilang minyak PT Triwahana Universal (TWU) di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu yang menurut keterangan pihak PT BBS telah memutus kontrak secara sepihak dalam berbisnis.
“Kami mendorong Pemkab, supaya PT TWU ini memberi kontribusi kepada BUMD melalui PT BBS,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur PT BBS, Deddy Affidick, membenarkan adanya pemutusan kontrak bisnis penjualan solar industri dengan PT TWU pada Agustus tahun lalu. Alasannya, karena selama ini tidak mencapai target yang disebabkan tidak bisa menyalurkan solar industri. Ini karena, PT BBS tidak memiliki ijin usaha niaga bahan bakar minyak (BBM).
“Apalagi, kami diberi harga minyak dengan klasifikasi kelas 5 yang artinya sangat mahal,” elaknya.
Dia menyatakan, saat ini belum ada kepastian dari PT TWU untuk perdagangan solar industri. Sehingga, sebelum ada kepastian dengan PT TWU, pihaknya tidak menjamin bisa menambah kontribusi ke daerah.
Disinggung mengenai bidang usaha yang dijalani, pria berkacamata minus ini berdalih, selama ini memfokuskan pada penyediaan jasa-jasa dibidang perusahaan migas. Serta, mengelola lapangan minyak marginal.Â
“Kalau harus menggandeng mitra, bukan sebagai makelar, tapi lebih karena investasi yang nilainya tinggi,” sergahnya.
Rencananya, lanjut Deddy, apabila proyek gas flare di Lapangan Sukowati berhasil dikelola, PT BBS akan mengembangkan bisnis dalam pengemasan gas LPG ke dalam tabung.
“Istilahnya bottling gas,” pungkasnya. (rien)