SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pemerintah Pusat harus turun tangan menyelesaiakan persoalan Jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dari target 4.000 sambungan rumah (SR) pada tahun 2013 lalu, sampai saat ini baru terealisasi sekira 675 SR.Â
Jargas ini merupakan program Kementerian ESDM melalui Dirjen Migas. Program tersebut dikelola Perusahaan Gas Negara (PGN).
Tahun 2016 lalu, dari 4.000 SR, PGN juga pernah menargetkan 790 SRÂ di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, untuk penyelesaian awal. Tapi tidak juga terealisasi.
“Mestinya pemerintah pusat memerintahkan PGN segera menyelesaikan jargas di Sumber. Karena sekarang aset jargas sudah diserahkan ke PGN,” ujar Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Blora, Djati Walujastono, Sabtu (18/5/2019).
DRD menduga ada yang tidak beres dalam proyek tersebut. Sehingga menyebabkan jargas tersebut tidak berkembang.
“Sempat mendapat kabar, waktu dilakukan hydrotest pipa jargas di Sumber, pemerintah dibohongi oleh kontraktornya,” kata Djati mengungkapkan.
Kebohongan yang dimaksud yakni memasukkan fluida di salah satu pipa agar waktu pemeriksaan tekanannya sesuai harapan dan berkesan pipanya terkoneksi. Padahal, banyak yang tidak bisa terkoneksi.
“Ini yang bikin PGN pusing. Ini adalah salah para pejabat Kementrian ESDM yang ditugasi dalam jargas Sumber,” tandasnya.
Adanya persoalan tersebut, menurut Djati, Pemkab Blora terlalu baik terhadap perusahaan migas.
”Kalau saya jadi bupati, maka Pertagas yang akan mengerjakan gas di Alas Dara Kemuning, tidak akan saya izinkan. Sebelum membereskan jargas di Blok Gundih. Karena PGN dan pertagas jadi satu holding company,” tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Sumber, Zaky Bachroni mengatakan, di desanya yang sudah dialiri jargas diantaranya Dukuh Jompong, Dukuh Sumberejo, dan Dukuh Sumber.
Dia mengakui jika perkembangan Jargas di wilayah Blok Gundih tersebut lembat. Hanya saja Zaky-sapaan akrab Zaky Bachroni- tdak mengetahui penyebab lambatnya jargas di desanya.Â
“Entah karena apa saya tidak tau,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Sales Area Head Semarang, PT PGN Tbk, Heri Frasetiono, enggan memberikan informasi terkait perkembangan jaringan gas di Blora. Sebab, saat ini dirinya bukan PIC (Person In Charge/ penangggung jawab) program jaringan gas dari kementerian ESDM tersebut.
“Nanti kita koordinasi dengan PIC yang sekarang,†kata dia.
Untuk diketahui, PGN sejak tahun 2016 lalu mulai melalukan revitalisasi jargas. Secara bertahap bisa mencapai 11 sektor dengan total 4.000 sambungan rumah tangga yang tersebar di tiga kecamatan di wilayah Blora selatan. Yakni Kecamatan Kradenan, Kecamatan Kedungtuban, dan Kecamatan Cepu.
Namun, hingga saat ini masih belum ada perkembangan signifikan. (ams)