Selama Kemarau 18 Kebakaran Terjadi di Tuban

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa-Timur, mencatat setidaknya ada 18 kebakaran yang terjadi di bumi Ranggalawe (sebutan Kabupaten Tuban) selama musim kemarau.

Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiyono, mengatakan, dari 18 kebakaran yang terjadi, sekitar 9 kasus kebakaran menimpa pemukiman penduduk, dan 9 kasus kebakaran sisanya menimpa tempat lain, seperti sejumlah wilayah hutan di Tuban.

Khusus untuk pemukiman, kebakaran terjadi di Kecamatan Parengan sebanyak dua kasus, Kecamatan Semanding sebanyak dua kasus, Kecamatan Tuban sebanyak dua kasus, Kecamatan Senori sebanyak satu kasus, Kecamatan Palang sebanyak satu kasus, dan Kecamatan Singgahan sebanyak dua kasus.

“Penyebabnya ada yang karena kelalaian manusia dan juga karena faktor kesengajaan,” terang Joko kepada suarabanyuurip.com, Jumat (28/08/2015).

Dia menduga, insiden kebakaran itu tejadi rata-rata dari faktor kelalaian. Salah satu contohnya adalah, penggunaan gas LPG yang bocor ataupun membakar sampah dan tidak dijaga dengan baik. Selain itu, karena adanya orang-orang yang terkadang sengaja membakar semak-semak dan merembet ke wilayah hutan.

Baca Juga :   Guru Ngaji Pelaku Kekerasan Seksual Ditahan 

“Kita minta supaya semua warga hati-hati dan waspada penyebab kebakaran, karena selama musim kemarau yang panas, justru membuat percikan api sedikit saja bisa menjadi pemicu kebakaran,” kata Joko.

Dia mencontohkan, kebiasaan warga pedesaan yang menyimpan pakan ternak kering di anjungan (rumah jerami). Anjungan ini berada di dekat rumah, dan kerap ada orang yang membakar sampah juga didekat anjungan yang sangat rawan terbakar.

“Kena api sedikit saja bisa terjadi kebakaran, selain itu untuk ibu-ibu juga saya minta untuk waspada ketika mempergunakan gas LPG,” imbuhnya menyarankan. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *