SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Terminal Mobil Penumpang Umum (MPU) Ngimbang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, sepuluh tahun lebih dalam kondisi mangkrak yang hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa-Timur .
Tidak berfungsinya lagi terminal MPU yang berlokasi tidak jauh dari pengeboran minyak dan gas bumi (Migas), Blok Nona yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Pengembangan (EP) itu dikarenakan sepinya trayek MPU jurusan Ngimbang – Balongpanggang (Gresik).
Selain itu, kondisi jalan didalam terminal telah banyak aspal yang terkelupas hingga membuat kondisi jalan yang ada berlubang.
Salah satu warga setempat, Nuril, megatakan, selain kondisi jalan rusak, juga banyaknya kendaraan bermotor yang mangkal di terminal juga menjadikan penumpang malas naik MPU.
“Sebelumnya, ada belasan MPU yang mengunakan terminal Ngimbang. Namun, karena penumpangnya semakin sepi satu persatu MPU berhenti narik,” kata Nuril kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (29/8/2015).
Selama tidak lagi berfungsi, kata Nuril, terminal Ngimbang hanya digunakan tempat nyangkruk pemuda dan warga sesekitar. Sesekali terminal yang berada ditepi jalan nasional Babat-Jombang tersebut dimanfaatkan untuk tempat pasar malam.
“Semoga saja segera ada perhatian dari Pemkab Lamongan. Sehingga, kondisi terminal kembali bagus, dan warga dapat kembali membuka warung disekitarnya untuk mengais rejeki dari penumpang maupun sopir MPU,” imbuhnya.
Camat Ngimbang Anang Taufik dikonfirmasi SuaraBanyurip.com tentang mangkraknya terminal Ngimbang hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban. (tok)