SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Selama berjalan dua bulan ini, pengelolaan sumur minyak tua dikelola langsung oleh paguyuban. Para penambang yang tergabung dalam paguyuban menilai jika pembayaran ongkos angkat angkut minyak yang dilakukan Pertamina EP Asset 4 berjalan lancar. Â
Wakil Ketua Paguyuban Wonocolo, Suyitno, mengatakan, selama berjalan dua bulan komunikasi antara para penambang, dan Pertamina jauh bisa terbuka. Harga minyak yang dikelola secara tradisional oleh masyarakat sekitar dinilai Rp2.150 per liter. Kemudian ongkos angkat-angkutnya Rp2.725 per liter.
Dia menambahkan, sejak tahun 1988 hingga 2006, lokasi sumur tua seperti lahan tak bertuan. Kemudian mulai tahun 2006, mulai banyak para penambang yang memanfaatkannya secara bebas dan ilegal.
Di tahun 2012, PT. Pertamina EP datang dan menunjuk pihak ke tiga (KUD) sebagai perantara untuk penjualan hingga memutus kontrak pada tanggal 15 Juni 2015 lalu.
“Pada saat dikelola oleh KUD, hak para penambang diabaikan. Mereka sudah seperti perusahaan sendiri, dan penambang tidak bisa mengeluarkan ide-ide untuk lebih berkembang,” ungkap Yosi (sapaan akrab Suyitno) kepada Suarabanyuurip.com, melalui surat elektronik (surel), Senin (31/08/2015).
Dengan adanya kerjasama antara paguyuban dengan PT Pertamina EP, lanjut dia, komunikasi jauh bisa lebih terbuka dan segala aspirasi bisa langsung sampai ke pihak Pertamina. Terkait dengan keterlambatan pembayaran, Yosi mengaku, sejak dulu sudah sering molor. Hal ini, pernah dialami saat menjadi pelaku, dan sering menalangi pembayaran 3 sampai 4 bulan.
“Kalau molor itu wajar dari dulu. Tapi sekarang dengan adanya kerjasama ini, justru lebih cepat cair. Jika yang sudah-sudah sampai 4 bulan, kali ini satu bulan sudah cair,” jelas Yosi.
Dia berharap, ke depan hubungan antara PT. Pertamina EP dengan penambang semakin baik. Dengan terbukanya jalan komunikasi antara kedua belah pihak, apapun permasalahan bisa langsung dikomunikasikan.
“Sehingga, tidak ada kesalahpahaman dan kegiatan penambangan bisa berjalan dengan lancar, serta bisa meningkatkan produksi,” pungkasnya. (Rien)