14 Siswa Bolos Sekolah Digaruk Satpol PP

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sejumlah 14 siswa bolos sekolah digaruk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disalah satu warung kopi Ketapang, tepatnya diperbatasan antara wilayah Cepu, Jawa Tengah dengan Bojonegoro, Jawa Timur tersebut sempat tunggang langgang saat Satpol PP datang.

Dalam operasi gabungan antara satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Satpol PP Blora, dan Satpol PP Kabupaten Bojonegoro mampu menjaring sebanyak 14 siswa SMA. Kemudian diamankan di Kantor Kecamatan Cepu untuk mendapat pembinaan. Ke 14 siswa tersebut adalah 12 siswa SMK, dan 2 siswa dari SMA.

“Yang banyak dari siswa wilayah Kabupaten Blora, dari wilayah Bojonegoro cuman sedikit. Sebenarnya tadi banyak, tapi banyak yang meloloskan diri,” ungkap Kasatpol PP Kecamatan Cepu, Dahlan Rosidi, Selasa (1/9/2015).

Dia menjelaskan, semua siswa tersebut ditangkap saat asik main di salah satu warung yang terdapat di daerah perbatasan ketika jam pelajaran masih berlangsung. Selain diberi pembinaan di kantor Kecamatan Cepu, mereka diminta membuat surat pernyataan yang diketahui pihak sekolah. 

Baca Juga :   Siasati Kerugian, Pengusaha SPBU Jaga Stok

“Kami memanggil guru yang bersangkutan, karena guru adalah orang tua mereka saat masih jam sekolah,” jelasnya.

Dia menambahkan, pembinaan dari Satpol PP bermaksud agar siswa sadar bahwa orang tua sudah susah payah memberi uang saku dan kebutuhan sekolah lainnya agar mereka menuntut ilmu dengan benar tidak malah digunakan untuk membolos. 

“Kan kasihan orang tuanya, sudah susah payah nyarikan uang malah dibuat enak-enakan,” tutur dia.

Dia berharap, agar setiap guru membina anak didiknya dengan sungguh-sungguh. Sebab, masa depan bangsa ada ditangan mereka. “Itu investasi masa depan, jadi kalau bisa harus dibina dengan baik,” ujarnya.

Salah satu wali kelas 1 SMK di Cepu, Istain, menyambut baik langkah yang dilakukan Satpol PP tersebut. “Supaya bisa menjadi pembelajaran buat mereka,” katanya saat berada di Kantor Kecamatan Cepu.

“Kami juga sudah sering memberikan pembinaan. Bahkan, berkoordinasi dengan Kepolisian setempat. Jika ada siswa kami yang membolos, silahlan ditindak,” pungkasnya. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *