Bulan Selo Penjualan BBM Menurun

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Memasuki bulan Selo atau Dzul qo’dah dalam penanggalan arab, penjualan bahan bakar migas (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lamongan, Jawa Timur mengalami penurunan.

Dari pantauan sejumlah SPBU di jalan nasional Babat-Lamongan, jalur pantura dan SPBU dikecamatan terlihat lengang. Tidak ada antrian kendaraan mengisi bahan bakar.

Menurut operatot SPBU Babat, Gufron, setiap memasuki bulan selo pembelian BBM relatif sepi.

“Seperti siklus tahunan setiap bulan selo SPBU selalu sepi,” ujarnya kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (1/9/2015).

Penjualan Premium, Solar, dan Pertamax setiap harinya mengalami penurunan 15%-20%. Sepinya penjualan BBM diprediksi Gufron karena adanya kepercayaan masyarakat, jika bulan Selo merupakan bulan olo (jelek) sehingga banyak orang yang mengurangi aktifitas  untuk menghindari musibah atau celaka.

“Menurut mitos bulan Selo itu artinya seselane olo. Atau bulan sial diantara bulan baik  yaitu shawal dan safar,” urainya. 

Operator SPBU Sukodadi yang enggan namanya ditulis juga membenarkan sepinya penjualan BBM sepanjang bulan Selo.

Baca Juga :   Sempat Disalip Blok Cepu, Lifting Minyak Blok Rokan Melesat

“Selain karena mitos bulan Selo, sepinya SPBU dimungkinkan karena cuaca yang cukup panas sehingga membuat orang malas bepergian,” ungkapnya. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *