SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sejak didistribusikannya bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite pada awal Agustus lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mencatat adanya peningkatan konsumsi. Peningkatan konsumsi Pertalite ini dari awalnya 300 liter per hari menjadi 1.000 liter per hari.
“Peningkatan konsumsi untuk Pertalite sangat signifikan,” kata Kepala Disperindag Bojonegoro, Basuki, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (1/9/2015).
Dia menyampaikan, ada beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menyediakan Pertalite. Diantaranya SPBU di Jalan Veteran, SPBU di Kelurahan Jetak, SPBU di Kecamatan Bojonegoro, dan SPBU di Kecamatan Padangan.
“Awalnya memang uji coba, apakah peminatnya banyak,” ujarnya.
Dia menyampaikan, dengan adanya peningkatan konsumsi Pertalite, maka SPBU lainnya dipastikan ikut menyediakan juga. Meskipun harganya lebih mahal daripada BBM jenis Premium.
“Untuk SPBU lainnya pendistribusiannya dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.
Dia mengungkapkan, untuk harga BBM jenis Premium Rp7.300 per liter, Pertamax Rp8.600 per liter, Pertalite Rp8.400 per liter, dan Solar Rp6.900 per liter.Â
Pertalite muncul dengan kadar Research Octane Number (RON) 90 tersebut, akan memberikan pilihan untuk masyarakat terhadap BBM yang dijual Pertamina. Sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang dimiliki, orang bisa memilih apakah RON 88, RON 90 atau RON 92.
Salah satu alasan pemerintah mengeluarkan produk baru bernama Pertalite ini bertujuan untuk menggantikan Premium dalam jangka panjang. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil. (rien)