SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) mengaku telah kehilangan kesempatan untuk melakukan kerjasama operasi (KSO) di sumur minyak tua.
“Pertamina EP telah memutuskan Lapangan Wonocolo akan dikelola sendiri,” kata Deddy Afidick kepada suarabanyuurip.com saat ditemui di Pendapa Pemerintah Kabupaten Malowopati, Jumat (5/9/2015).Â
Keputusan anak perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) itu dilakukan secara tiba-tiba tanpa disertai alasan teknis mengapa BUMD tak diberikan kesempatan untuk ber KSO.
Padahal sebelumnya BBS telah melakukan pertemuan Pertamina EP Aset IV, selaku pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) sumur tua pada April 2015 lalu di Jakarta. Pada saat itu, mereka masih memberi persyaratan kepada BBS untuk menjadi KSO di sumur tua.
“Persyaratan itu antara lain perbaikan lingkungan dan kesejahteraan penambang,” kata Deddy, mengungkapkan.
“Meski kami sudah tidak ada kesempatan, bukan berarti mereka bisa merusak lingkungan seenaknya,” lanjutnya.
Sementara itu, Legal and Relations Manager Pertamina EP Asset IV, Sigit Dwi Aryono, belum memberikan jawaban mengenai hal tersebut.(rien)