SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Persaingan ketat dari peserta tender pengadaan tanah kas desa (TKD) Gayam, Kecamatan Gayam, Kebupaten Bojonegoro, Jawa-Timur seluas 13,2 Hektare terus menggeliat. Mulai dari kelas lahan hingga harga per meternya, yaitu ada yang mematok harga terendah Rp275.000 per meter, ada juga yang sampai Rp575.000 per mater.
Salah satu peserta tender, Juari, mengaku, telah mengajukan harga untuk lahan calon penggati TKD Gayam, utamanya Lapangan senilai Rp350.000 per meter, dan untuk sawahnya Rp275.000 per meter.
“Saya tidak mematok harga terlalu tinggi, karena demi kelancaran proses serta aturan jual beli tanah yang harus kita hormati,” kata Juari kepada suarabanyuurip.com seusai mengikuti pertemuan tertutup di Balai Desa (Baldes) Gayam, Jumat (04/9/2015) kemarin.
Diharapkan, langkah penentuan harga yang dilakukan agar sebagai pertimbangan bagi operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), SKK Migas, dan Pemerintah serta dinas terkait lainnya.
“Saya yakin Pemerintah, baik desa, daerah maupun pusat tidak akan melenceng dari aturan jual beli tanah yang ada,” jelas pria yang berdomisili di Desa Katur, Kecamatan Gayam ini.
“Kalau pihak saya sepakat mengajukan harga Rp350.000 per meter,” ungkap Parno, salah satu tim dari peserta lelang atas nama Kamidin.
“Dalam rapat tertutup, saya mendengarkan peserta lelang lain atas nama Pak Yoyok, mengajukan harga Rp575.000 per meter, dan Pak Rumadi senilai Rp350.000 per meter,” imbuh warga Desa Gayam ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melakukan musyawarah tertutup di Baldes setempat, dilanjutkan dengan survei calon lahan pengganti TKD Gayam yang diajukan oleh peserta tender masing-masing. (sam)