SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Luas hutan di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa-Tengah total keseluruhan sekira 33.000 Hektare. Jumlah ini tentu tidak sebanding dengan jumlah tenaga keamanan yang hanya 144 tenaga keamanan. Sehingga, membuat kondisi pengamanan tidak optimal.
“Kalau luas degan jumlah personil keamanan hutan segitu ya jelas tidak seimbang, dan tentu akan menyulitkan dalam pengamanan hutan,” kata Agus Kusnandar, Koordonator Keamanan Hutan KPH Cepu kepada suarabanyuurip.com.
“Jika diperbandingkan sama saja dengan 1 petugas mengawasi keamanan 250 hektar hutan,” lanjutnya merincikan.
Selain itu, masih diperparah lagi dengan keberadaan area KPH Cepu yang berada di wilayah administratif Kabupaten lain, yang tentunya pengawasan dan keamanan sangat minim, dan bentuk kerjasama aparat keamanannnya juga kurang baik. Sehingga berpotensi beberapa dugaan kasus yang ditangani kurang maksimal.
“Ada 5000 hektar hutan yang masuk wilayah administratif Bojonegoro, Jawa-Timur,” tuturnya.
Diharapkan, penanganan keamanan hutan tidak hanya tugas dari pihak Perhutani saja, melaikan juga tugas pihak Kepolisian.
“Semoga semua pihak ikut membantu keamanan, dan kelestarihan hutan. Agar, kondisi lingkungan tetap baik, dan sumber air juga tidak mudah kering,” imbuhnya. (Ams)