SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Pembuatan Jalur Lingkar Selatan (JLS) atau Ring Road di Kabupaten Tuban, Jawa-Timur tampaknya berjalan lamban, dari target awal yang dijadwalkan pembangunan tahun 2015, namun sampai detik ini, Pemerintah masih berkutat dengan pembebasan lahan untuk keperluan infrastruktur JLS.
Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Media Pemkab Tuban, Teguh Setyobudi, menjelaskan, kalau saat ini pembebasan lahan di Tuban baru berjalan kurang lebih 25 persen.
“Pembebasan baru sekira 25 persen, dari total lahan yang dibutuhkan seluas kurang lebih 60 hektar,†jelas Teguh kepada suarabanyuurip.com, Senin (07/09/2015).
Beberapa kendala yang dihadapi dalam pembebasan lahan adalah perlunya melakukan pencocokan peta bidang dan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk penentuan harga, selain itu untuk dana juga tidak berasal hanya pada APBD dari satu tahun saja. Sehingga menyebabkan pembebasan lahan tidak bisa dilakukan serentak.
Dengan anggaran pembangunan total mencapai 250 Milyar rupiah yang berasal dari sharing Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tingkat kesulitan lain adalah banyak tanah yang belum mempunyai dokumen yang lengkap, dan perlu dilengkapi dahulu sebelum bisa dibebaskan pemerintah.
“Ada juga proses negoisasi yang dilakukan langsung oleh pemilik lahan untuk penentuan harga,†kata Teguh.
Pembangunan jalur ini, sebagai pengurai jalur nasional di Kabupaten Tuban yang semakin padat. Terutama jalan-jalan yang dilalui kendaraan besar seperti Jalan Hos Cokroaminoto, Gajah Mada, dan Dr Wahidin Sudirohusodo. Jalur ini dibuat dengan melintasi sejumlah desa mulai dari Kecamatan Palang, Kecamatan Semanding, Kecamatan Merakurak, Hingga Kecamatan Jenu di Desa Sugihwaras. (edp)