SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Belasan permuda Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menuntut kejelasan informasi lapangan pekerjaan oleh perusahaan minyak bumi, PT Tri Wahana Universal (TWU).
Meskipun Kantor TWU ada di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, perusahaan swasta ini juga mempunyai wilayah pengiriman sampai di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik PT Pertamina di Desa Tasikharjo, dan Desa Remen di Kecamatan Jenu. Dengan menggunakan armada tanki darat, dan jasa perusahaan dari PT Patra Niaga, PT Sima serta PT Anak Surya.
Belasan pemuda ini berharap, PT TWU bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada warga setempat. Melalui beberapa anak perusahaan transportasi yang dimilikinya.
“Tuntutan utama kita adalah di lapangan pekerjaan,†kata Kordinator pemuda, Sutrisno, kepada Suarabamyuurip.com, Senin (07/09/2015).
Mereka menggelar hearing di kantor Balai Desa Tasikharjo, dengan dimediasi dari Kepala Desa (Kades) dan juga Kapolsek Jenu. Pengakuan warga, mediasi sudah dilakukan beberapa kali, tetapi tidak kunjung mendapatkan kejelasan dari PT TWU ataupun anak perusahaannya. Hanya saja, belum pernah ada pejabat yang berwenang datang dan menemui warga.
“Armada dari TWU yang melintas di desa ini ada sekitar 90 an tanki, tetapi hanya ada satu dua saja warga sini yang bisa ikut bekerja,†kata Sutrisno.
Sutrisno menambahkan, PT Patra, selaku kontraktor transportasi dari PT TWU juga sudah pernah melakukan perekrutan tenaga kerja pada 2014 lalu. Sampai sekarang tindak lanjut dari perekrutan tenaga kerja tersebut tidak pernah terdengar lagi.
“Kita juga ingin menanyakan kabar perekrutan tenaga kerja yang dilakukan PT Patra dahulu,†lanjut Sutrisno.
Kepala Desa Tasikharjo, Damhuri, dalam hearing mengeluhkan komunikasi yang sulit dengan PT TWU. Menurutnya, permasalahan seperti ini sudah kerap dibicarakan dalam beberapa kali pertemuan, tetapi tidak kunjung ada penyelesaian.
“Setiap pertemuan tidak pernah ada tindak lanjut, hanya janji dan janji saja,†jelas Damhuri.
“Saya sendiri bingung menjawab pertanyaan dari warga, karena setelah hearing perwakilan tersebut malah sulit untuk dihubungi,†lanjut Damhuri.
Mengenai hal ini, Perwakilan dari PT TWU yang datang menemui belasan pemuda ini enggan berkomentar lebih lanjut. Hanya saja dalam hearing, dia mengatakan akan mencoba mengkomunikasikan apa yang diminta pemuda setempat.
“Saya berusaha akan mencoba mengkomunikasikan apa yang diminta dari teman-teman ini,†kata Adimas, perwakilan PT TWU. (edp)