Desak Pengganti Lapangan Sepakbola Selesai Tahun Ini

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro – Belasan pemuda Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendatangi Gedung DPRD, Senin (7/9/2015). Mereka mendesak agar tukar guling tanah kas desa seluas 13,2 hektar termasuk lapangan sepakbola yang saat ini digunakan proyek pengembangan minyak Banyuurip cepat diselesaikan.

Kedatangan mereka ke kedung wakil rakyat itu bersamaan dengan hearing (rapat dengar pendapat) antara Komisi A DPRD Bojonegoro dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro.

Saat hearing berlangsung, Ketua Karang Taruna (Katar) Gayam, M Aris, diberi kesempatan kepada Komisi A DPRD Bojonegoro untuk menyampaikan tuntutannya. Aris meminta kepada SKK Migas, EMCL maupun Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam agar tanah pengganti lapangan sepakbola diselesaikan tahun ini.

“Lokasi lapangan tidak jauh dari lapangan yang lama atau sekitar balai desa,” kata Aris.

Selain itu, Karang Taruna Gayam menolak perpanjangan sewa TKD Gayam oleh pemdes karena akan menjadikan tukar guling tidak cepat selesai.

Baca Juga :   Warga Rahayu Setahun Tak Rasakan CSR JOB P-PEJ

“Apalagi selama ini kami tidak mendapat manfaat dari sewa tersebut,” tegas Aris.

Menanggapi hal itu, Kepala Kelompok Kerja Formalitas SKK Migas, Didik Sasono Setyadi, mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan calon tanah pengganti TKD termasuk lapangan sepakbola Gayam. Penentuan calon tanah pengganti berdasarkan hasil musyawarah desa.  

“Sudah ada dua penawar yang mengajukan tanah pengganti. Lokasinya tidak jauh dari lapangan lama,” sambung Didik.

“Kalau semula ada kesepakatan pelepasan calon tanah pengganti ya tidak boleh disewa. Tapi selama ini belum ada,” lanjut dia.

Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro, Doni Bayu Setiyawan, berharap kepada semua pihak untuk mempercepat proses tukar guling ini agar tidak ada lagi protes dari karang taruna yang berujung bentrok dengan petugas keamanan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.  

“Jangan sampai terjadi lagi pemuda dipukuli anggota Pam Obvit gara-gara protes lapang sepakbola,” pesan Doni.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *