Warga Rahayu Setahun Tak Rasakan CSR JOB P-PEJ

Kades Rahayu Sukisno

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban– Selama 2017, 3.880 warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tak ada yang merasakan program Corporate Social Responsibility (CSR) operator Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ).

Program terakhir yang dikucurkan oleh operator Migas yang kontraknya habis pada 28 Februari 2018, itu hanya tali asih dampak gas buang (flare) Control Processing Area (CPA) Pad A Mudi.

“Tak ada program CSR 2017 yang cair,” ujar Kepala Desa Rahayu, Sukisno, kepada suarabanyuurip.com saat ditemui di kantornya, Selasa (23/1/2018).

Kisno sapaan akrabnya menjelaskan, di tahun 2017 pihak desa telah mengajukan rincian program CSR sebanyak Rp575 juta. Entah bagaimana prosesnya, mendekati masa habisnya kontrak tanggungjawab perusahaan Migas yang sudah 30 tahun beroperasi tak kunjung direalisasikan.

Waktu lalu, justru JOB P-PEJ memberikan bantuan mesin traktor, pencacah plastik, dan mesin bubut (belah bambu) ke desa. Padahal, alat tersebut tidak diinginkan warga karena di luar program yang diajukan desa.

Baca Juga :   Pertamina Kurangi Penyaluran BBM Subsidi Wilayah Cepu

“Semoga nanti operator yang baru tak serumit JOB P-PEJ,” jelas Kisno.

Sementara, di tahun 2016 Desa Rahayu mengajukan CSR sebanyak Rp421 juta. Setelah diajukan ke manajemen, akhirnya dipangkas menjadi Rp280 juta. Beberapa program yang dirasakan warga diantaranya, drainase (saluran air), jaringan tersier, jalan makam, MCK rumah miskin 10 unit, pavingisasi Jalan Usaha Tani (JUT), dan parkir sepeda di SD Rahayu.

Kisno mengaku, konsep CSR JOB P-PEJ kurang maksimal karena tidak didampingi tenaga yang profesional. Padahal sejatinya CSR menjadikan warga lebih mandiri, tetapi serangkaian program yang digulirkan hanya berkutat soal sarana prasarana (Sarpras).

“Sarpras tetap kami butuhkan tapi harus diimbangi dengan peningkatan SDM,” terangnya.

Saat dikonfrontir terpisah, Field Admin Superintendent (FAS) JOB P-PEJ, Akbar Pradima, belum bersedia menjelaskan kenapa CSR 2017 untuk warga Rahayu belum direalisasikan. Akbar justru meminta wartawan, untuk menghubungi bagian yang membidangi CSR.

“Mohon maaf coba tanya ke pak Tarmizi soale saya lupa programnya,” kelit Akbar.

Hingga berita ini ditulis, suarabanyuurip.com masih mencoba mengkonfirmasi bagian CSR JOB P-PEJ.(Aim)

Baca Juga :   Pimpinan BUMD Harus Dirombak

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *