Rupiah Melemah Untungkan Eksportir

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Nilai tukar rupiah terhadap US Dolar, terus mengalami keterpurukan. Kondisi tersebut tidak berpengaruh pada industri lokal maupun tenaga kerjanya. Hal itu, karena semua bahan baku yang digunakan untuk produksi di pabrikan maupun yang digunakan untuk industri rumah (home industry), dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari bahan baku lokal.

“Bahan baku yang diolah dari lokal. Jadi, meski nilai tukar rupiah terpuruk tidak berpengaruh bagi pelaku usaha di Blora, Jawa-Tengah,” ujar Kepala Dinakertransos, Chrish Hapsara melalui Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Zukhri, Senin (7/9/2015).

Dengan lemahnya nilai tukar rupiah, justru para eksportir sangat diuntungkan, karena bahan baku yang diolah adalah bahan lokal. Sedangkan hasil industri yang dijualnya dengan nilai dolar.

“Seperti PT Asmoro Jati Subur dan PT Sarana Jati Perkasa, keduanya bergerak dibidang ekspor kayu jati olahan,” kata Zukhri. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   DPRD Tuban Desak Tera Ulang Minyak Goreng di Pasaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *