Panen Jagung di Blora Rendah

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pada Musim Kemarau saat ini, panen jagung di wilayah Kabupaten Blora tergolong rendah. Kekurangan asupan air diduga menjadi penyebab menurunnya produktifitas petani jagung. Hal itu terjadi di Desa Jepangrejo Kecamatan Blora, Jawa-Tengah.

Sejak mulai tanam beberapa bulan lalu hingga menjelang panen, belum pernah sekalipun turun hujan. Akibatnya, membuat tanaman tumbuh tidak normal, dan tentu membuat hasil panen jagung di wilayah tersebut dipastikan tidak sesuai dengan target produksi jagung yang diinginkan belum bisa dicapai.

Diketahui, dari lahan seluas kurang lebih 224 hektere yang ditanami jagung, hanya memapu menghasilkan rata-rata 6,5 kwintal per hektar. Padahal, sesuai target harusnya mampu mencapai 12 sampai 15 kwintal per hektar.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Blora, Sukaryo, mengatakan, selama ini dalam melakukan penyiraman tanaman rata-rata hanya dilakukan maksimal dua kali dalam sehari . Sehingga, kebutuhan air bagi tanaman sangatlah kurang. Mengingat musim kemarau yang sangat panas butuh asupan air yang cukup banyak.

“Hanya dapat 6,5 kwintal. Seharusnya, target yang diharapkan adalah mencapai 15 kwintal per hektar,” ungkapnya.

Baca Juga :   Dishub Jatim Tahan Bus Pariwisata asal Kudus

Dengan rata-rata produktivitas 6,5 kwintal jagung, hasil produksi yang dicapai sebesar 1.456.000 kg pipil kering.

“Para petani masih bersyukur, dengan musim kemarau ganas seperti ini tanah yang ada di Desa Jepangrejo masih bisa ditanami jagung, dan berhasil sampai panen sudah cukup bagus,” kata dia.

Dari hasil itu, jika dihitung nilai jual saat ini di tingkat petani sudah cukup bagus, yaitu mencapai Rp3.150/kg. Harga ini relatif tinggi jika dibanding harga jagung pada sebelumnya yang hanya mencapai Rp2.500 sampai Rp2.800/kg. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *