SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- PT. Pupuk Kujang Cikampek (PKC) menyatakan sudah bersiap menanamkan investasinya di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Kepada suarabanyuurip.com, Direktur Utama (Dirut) Pupuk Kujang, Bambang Cahyono, mengungkapkan, telah menyiapkan investasi sebesar USD 900 juta. Namun sebelum melangkah lebih jauh pihaknya masih menunggu kepastian harga gas yang diambil dari proyek unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (J-TB).
“Kuncinya ada pada harga gas,” kata dia ditemui secara terpisah usai melakukan pertemuan bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno di rumah dinas bupati Bojonegoro, Jum’at (11/9/2015).
Saat ini masih belum ada kesepakatan harga gas dengan operator JTB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). PEPC meminta harga USD 8/Million British Thermal Unit (MMBTU) dengan eskalasi 3 persen. Sedangkan pihak PKC menawarnya USD 7/MMBTU.
Alasannya, harga tersebut bisa berdampak pada harga pupuk nantinya. PKC sendiri akan memperoleh pasokan gas sebesar 45 MMBTU dari produksi Gas J-TB.
“Deadlock-nya disini. Kenapa kita tawar? karena nanti harga pupuk bisa sangat mahal. Kan merugikan petani juga,” tutur Bambang Cahyono.
Meski demikian, secara tekhnis PKC sudah bersiap melakukan kegiatan di Bojonegoro. Adapun persiapan yang dilakukan termasuk persiapan peralatan dan pra kualifikasi tender.
Sekarang ini tinggal menunggu langkah pemerintah untuk mencari solusi persoalan harga gas. Pemerintah sendiri sedang menyiapkan sebuah regulasi khusus terkait harga gas.
“Pemerintah masih menyiapkan deregulasi soal ini. Bagaimana hasilnya bisa ditanyakan pemerintah. Kita juga belum tahu,” ucapnya.(roz)