SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Sejumlah konsumen stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 44.58301 di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa-Tengah, keluhkan pelayanan SPBU disaat memasuki pukul 22.00 WIB operator SPBU yang enggan melayani konsumen.
Terlebih saat tengah malam, dipastikan tidak akan melayani pelanggan dan diarahkan kepada pengecer. Padahal, SPBU yang seharusnya buka 24 jam.
Seorang warga Kedungtuban, Samsudin, mengaku, kecewa dengan pelayanan SPBU di Cepu, karena disaat memasuki jam 10.00 malam sudah tidak mau melayaninya. Bahkan menyuruh untuk beli di pengecer.
“Beberapa hari lalu saya hendak mengisi bensin di salah satu SPBU di Cepu pada pukul 11 malam operatornya sudah tidak mau melayani,” katanya kepada suarabanyuurip.com bebearapa waktu.
“Padahal, di SPBU tertera membuka layanan 24 jam. Malah saya diarahan ke pengecer. Padahal, saat itu sudah tidak ada pengecer yang buka pada malam hari,†lanjutnya.
Dia memintaa, untuk tidak membuat konsumen kecewa agar tanda pelayanan yang tertera 24 jam dilepas saja. “Dari pada membuat konsumen kecelek, copot saja tanda pelayanan 24 jam tersebut,†ujarnya.
Seperti diketahui, keberadaan SPBU di Cepu hanya satu dan tentunya sangat banyak pelanggan yang datang. Harusnya pihak SPBU tidak berbuat semena-mena, karena banyak juga pelanggan yang berasal dari daerah seperti Randublatung dan Kedungtuban.
“Misal pengendara tersebut dalam perjalanan jauh dan kehabisan bensin kan kasihan,†imbuhnya.
Pengawas SPBU Cepu, Sutrisno, saat dikonfirmasi di kantornya menjelaskan, sebenarnya SPBU Cepu memang buka 24 jam, karena belum ada bagian keamanan membuat SPBU buka tidak sampai tengah malam.
“Karena belum ada keamanan. Kalau ada resiko siapa yang akan menanggung,†kata dia.
Dijelaskan, SPBU Cepu merupakan daerah rawan. Kerawanan tersebut ditunjang dengan keberadaannya terminal. Dicontohkan, beberapa tahun sebelumnya, ada beberapa pelanggan yang membeli pada tengah malam dan tidak membayar karena dalam kondisi mabuk.
“Sebelum ada tenaga keamanan ya belum berani buka 24 jam, takutnya merugikan perusahaan,†ungkapnya.Â
Pihaknya telah mengusulkan pada perusahaan untuk diberi tenaga keamanan agar segera bisa buka selama 24 jam. Tentunya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Sudah diusulkan untuk diberi tenaga keamanan,†ujarnya. (ams)