Petani Shorgum Beralih Tanam Jagung

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Bertanam Shorgum semakin tidak diminati petani. Hal itu, akibat dari jebloknya harga Shorgum, dan tidak adanya perhatian pemerintah. Sehingga menjadikan petani lebih memilih menanam jagung disaat musim kemarau.

Sentra penghasilan Shorgum terbesar di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur adalah terletak di Desa Sambangan dan Keyongan, Kecamatan Babat. Bahkan, dua desa ini menjadi penghasil Shorgum terbesar di Indonesia. Setiap musim kemarau ratusan hektar lahan pertanian ditanami bahan baku roti dan obat luka ini.

Tidak lagi tertariknya petani menanam Shorgum terlihat dari menurunnya luas lahan tanaman Shorgum. Saat ini hanya sekitar 25 persen petani yang bertahan menanam Shorgum.‬ Selain itu, selama ini juga belum pernah ada bantuan atau perhatian apapun dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan.

“Musim kemarau tahun ini hanya sekitar 25 persen petani yang menanam Shorgum. Lebih tertarik menanam Jagung sebagian lagi membiarkan sawahnya bero (kosong),” kata Kades Sambangan, Sulaiman, kepada SuaraBanyuurip.com,Jumat (18/9/2015)

“Setidaknya bantuan alat perontok Shorgum atau membantu pemasaran sehingga harga  Shorgum tidak terus jeblok,” lanjutnya.

Baca Juga :   Polisi Tangkap Enam Pengamen

Rendahnya harga Shorgum, tentunya juga menjadikan keluhan bagi para petani. Selama ini nasib petani Shorgum hanya tergantung pada tengkulak. Disisi ini juga menjadikan petani Shorgum menjerit, karena tengkulak sering mempermainkan harga setiap musim panen.

“Kalau tahun lalu harga Shorgum Rp1400/kilogram. Dengan harga tersebut petani masih rugi. Idealnya harga Rp2000/kilogram,” ujar salah satu petani Shorgum, Parto.

Parto, berharap, Pemkab Lamongan segera megambil sikap untuk membantu mencarikan solusi permasalahan yang dihadapi petani Shorgum. Selain diperhatikan, juga disaat memasuki masa panen sekitar sepekan kedepan harga jual Shorgum bisa lebih tinggi. Sehingga petani Shorgum bisa menikmati keuntungan maksimal.

Kepala UPT Pertanian dan Perkebunan Babat, Mubaidi, dikonfrimasi SuaraBanyurip.com hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *