SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Festival Bengawan Bojonegoro yang dilaksanakan di Bendung Gerak, Desa Padang Mori, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berlangsung meriah dan semarak. Ratusan warga tumpah ruah di lokasi kegiatan untuk menyaksikan beragam perlombaan.
Selain perahu hias, salah satu perlombaan yang menyedot perhatian warga adalah lomba layang-layang. Ada ratusan layang-layang beragam bentuk diterbangkan di atas Sungai Bengawan solo. Di antaranya leang-leong, Garuda, delman lengkap dengan kudanya, Sowangan dan masih banyak lagi.
Angin cukup besar menjadikan layang-layang itu mudah terbang. Sekejap saja, langit bengawan menjadi tampak indah dengan warna-warni layangan.
Sejumlah pengunjung sempat melakukan foto selfi sebelum layang-layang diterbangkan. Mereka ingin mengabadaikan moment tahunan dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 338 tersebut.
“Mumpung setahun sekali. Jangan sampai terlewatkan,†ujar Rohana, warga Karangpacar, Kecamatan Bojonegoro sambil mengajak sejumlah temannya untuk selfi.
Koordinator Panitia Lomba Layang-layang, Didik Wahyudi menambahkan, lomba layang-layang ini dibagi dalam dua kelompok. Yakni layang-layang hias, dan pren (aduan).
“Untuk peserta layang-layang hias ada 80, dan aduan 70 peserta,†sambung Didik dikonfirmasi terpisah.
Ada beberapa kretiria perlombaan yang dinilai dalam lomba layang-layang hias ini. Yakni pada saat di bawah, di atas dan tema yang diusung.
“Kalau untuk aduan sistimnya gugur,†ucap Didik.
Dari pantauan, warga begitu antusias melihat perhelatan Festival Bengawan Bojonegoro meski mereka harus berpanas-panasan. Selain lomba layang-layang, juga dihelat lomba tangkap bebek, lomba renang, lampion apung, dan panggung kesenian apung yang dilaksanakan di Taman Bengawan Solo (TBS) nanti malam.(suko) Â Â Â Â