Hasil Pengeboran ATE Kurang Ekonomis

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Hasil pengeboran dari Lapangan Alas Tua East (ATE), Blok Cepu di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dinyatakan kurang optimis.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Humas SKK Migas, Elan Biantoro kepada Suarabanyuurip.com, Senin (21/9/2015).

“Pengeboran di ATE sudah berlangsung lama, hasilnya tidak menggembirakan, karena kurang ekonomis,” kata dia.

Lebih lanjut, Ellan, menyampaikan, Lapangan ATE masih berstatus lapangan eksplorasi, belum dinyatakan lapangan produksi. Sehingga belum bisa disebut gagal produksi.

Dari sejumlah lapangan migas di Blok Cepu, yang berstatus lapangan produksi masih Lapangan Banyuurip yang berada di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Disamping itu, Lapangan ATE juga belum menjadi bagian Plan of Development (PoD) oleh pemerintah.

“Baru Banyuurip yang ditetapkan produksi dan diharapkan memberi kontribusi bagi negara,”. tuturnya.

Elan, menambahkan, resiko kegagalan dari hasil eksplorasi lapangan migas merupakan tanggung jawab operator, namun jika hasinya ekonomis akan diberikan negara dengan bekerjasama dengan operator.

“Jadi apa yang disampaikan pak bupati memang benar,” imbunya.

Baca Juga :   Tingkatkan Produksi, Pertamina Bor Sumur Eksplorasi BDA-2X

Sebelumnya diberitakan, Lapangan ATE disebut gagal berproduksi karena dinilai kurang ekonomis. Bupati Bojonegoro, Suyoto menyebut kegagalan dalam eksplorasi bisa menelan kerugian hingga Rp100 Miliar. (Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *