SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga Rukun Tetangga (RT) 01 / Rukun Warga (RW) 01, Dusun Kendal, Desa Kendal, Â Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berkerumun di tepi Sungai Bengawan Solo.
Mereka bersama tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro melakukan pencarian kepada dua bocah korban tenggelam, Selasa (20/09/2015) malam kemarin.
Menurut saksi di lokasi, Munadi, korban diketahui hilang sekitar pukul 17.00 Wib kemarin. Dua korban tenggelam itu bernama Laniasita (9) warga asal desa setempat, dan Rahmawati (9) alamat RT 01, RW 02 Desa Simbatan, Kecamatan Kanor. Satu korban Laniasita berhasil ditemukan sekira pukul 08.00 WIB tadi pagi.
“Sekarang masih dilanjutkan pencarian satu korban lain. Sementara yang sudah ditemukan, Laniasita langsung disucikan untuk dimakamkan,” ujarnya di lokasi kejadian.
Munadi, mengatakan, sebelumnya dua korban ini sudah pernah mengalami kejadian yang sama, namun berhasil diselamatkan warga karena diketahui warga. Dua bocah ini sering bermain di tepian Sungai terpanjang di Pulau Jawa yang melintas di Kabupaten Bojonegoro.
“Warga sudah banyak yang tahu, kalau kedua korban ini sering hilang. Katanya diajak bermain sama bangsa lelembut (gaib) yang menyamar,” tambahnya.
Anak dari Sutopo dan Kasdarmo ini sebelum tenggelam sekira pukul 16.00 WIB diduga sedang bermain di tepi Sungai. Saat sedang bermain itu saksi, Suyoto (45) mengetahui keduanya, namun hingga malam ternyata kedua korban tidak kunjung pulang. Kemudian warga mencari keduanya. Hingga malam tidak ditemukan.
“Hanya ditemukan uang yang diduga milik korban senilai Rp8.000 di tepi bengawan,” jelas Kapolsek Kanor, AKP Imam Hanafi di lokasi.
Diduga korban tenggelam akibat terpeleset, karena arus sungai Bengawan Solo sedang naik, membuat keduanya tidak bisa menyelamatkan diri. Saat ini warga dan tim SAR masih melakukan pencarian dengan menyisir sungai menggunakan jaring dan jangkar. (Rien)