Tarik Ulur Harga Lahan Tapen

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Tarik ulur terjadi antara warga Desa Wanglu Wetan, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa-Timur dengan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) terkait harga lahan untuk Sumur Tapen II.

Informasi yang dihimpun Suarabanyuurip.com, tarik ulur terjadi meski mediasi sudah dilakukan sebanyak 3 kali antara warga dengan Pertamina EP. Mediasi terakhir, dilakukan pada Minggu (20/09/2015) kemarin di Balai Desa Wanglu Wetan.

Pertamina EP awalnya mematok harga Rp70 ribu per meter untuk mengganti lahan warga setempat. Tetapi warga melakukan penolakan dan meminta kepada pengelola Asset IV Field Cepu itu untuk meningkatkan harga lahan.

Informasi terakhir, Pertamina EP lantas menaikkan penawaran harga menjadi Rp200 ribu meter persegi, namun warga masih menolak. Lantaran menganggap nilai tersebut belum bisa dibuat untuk membeli lahan yang lain.

“Kita mintanya Rp400 ribu, karena kalau Rp200 ribu per meter belum dapat tanah lagi,” kata Taspen (65), salah satu pemilik tanah asal Desa Wanglu Wetan.

Mayoritas warga berharap uang ganti dari pembebesan lahan, bisa dipergunakan lagi membeli tanah. Supaya dapat meneruskan aktivitas bertani mereka.

Baca Juga :   Ditjen Migas Apresiasi Gas on Stream JTB Berlangsung Aman

“Kalau tidak begitu kita tidak bisa beli lahan lagi yang sama dengan lahan yang dibebaskan Pertamina,” lanjutnya.

Legal and Relations Manager Pertamina EP, Sigit Dwi Aryono, ketika dikonfirmasi mengatakan, akan evaluasi dan melakukan pendekatan kepada warga. Supaya pembebasan lahan untuk Tapen II bisa segera dilaksanakan.

“Kita akan melakukan pendekatan paralel kepada warga, dan juga akan dibarengi dengan evaluasi,” tandasnya. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *