Pentingnya Permodalan Dalam Mengembangkan Usaha

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Koordinator Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) 6 Kecamatan dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kembali menggelar pertemuan di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Selasa (22/9/2015).

Kegiatan ini bagian dari program pengelolaan papan informasi desa dari operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) bekerjasama dengan Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B).

Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat dalam diskusi tentang pentingnya permodalan dalam mengembangkan usaha.

Direktur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bojonegoro, Sujarwanto, yang hadir sebagai nara sumber, mengatakan, setiap orang atau perusahaan yang bergerak dalam suatu bisnis tentu mengharapkan keuntungan yang sesuai, karena tidak ada yag berniat merugi.

“Kerugian berarti kehilangan sebagian modal, tenaga, dan pikiran,” ujarnya.

Persoalan modal dan keuangan, merupakan aspek yang penting dalam kegiatan suatu bisnis. Tanpa memiliki modal, suatu usaha tidak akan dapat berjalan walau syarat lainnya untuk mendirikan suatu bisnis sudah dimiliki.

“Pengetahuan dan keberanian memulai usaha saja tidak cukup,” tegas Sujarwanto.

Baca Juga :   PEPC Serahkan Bantuan Air Bersih

Dalam bisnis juga diperlukan manajemen administrasi yang baik. Mulai dari pengelolaan keuangan yang ketat dan disiplin, serta memiliki pembukuan yang teratur.

Pembukuan tersebut harus memuat catatan harian, mingguan, bulanan, serta hal-hal penting yang perlu ditekankan dalam pencatatan seperti jumlah hasil produksi, jumlah pembelian, pembayaran tunai, utang, catatan gaji, stok peralatan, jumlah penjualan, penerimaan tunai dan asuransi.

“Catatan itu digunakan sebagai sumber informasi, maka pengelolaannya harus dengan penuh disiplin,” tandas Sujarwanto.

Setiap pengusaha harus memiliki prinsip mengelola keungan untuk memaksimalkan keuntungan jangka panjang. Namun begitu, keuntungan jangka pendek tidak ada salahnya didapat untuk menambah melancarkan usaha. Akan tetapi, jika keuntungan jangka pendek yang diperoleh ternyata malah merugikan usaha dalam jangka panjang maka diperlukan tindakan yang bijaksana.

“Jika usahanya memang berorientasi ke jangka waktu yang lama, usaha yang hanya menguntungkan dalam jangka pendek itu harus dilepas untuk menghindari kerugian di masa mendatang,” imbuh Sujarwanto.

Nara sumber lainya, Rokayah, pengusaha katering asal Desa Gayam, menambahkan, manajemen administrasi dalam melaksanakan usahanya sangat penting dilakukan. Hal ini untuk mengetahui perkembangan usaha yang dilakukan.

Baca Juga :   MCL Bantah Tak Laporkan Hasil ke Pemkab

“Dari situ kita bisa membuat perencanaan yang matang untuk mengembangkan usaha,” sambung Rokayah.

Direktur LIMA 2B, Mugito Citrapati berharap, dengan diskusi ini dapat menambah wawasan Koordinator JIM tentang pentingnya permodalan dalam sebuah usaha. Sehingga dapat menjembatani kepentingan pengusaha yang ada di masing-masing desa dalam memperoleh permodalan untuk mengembangkan usaha mereka.

“Dengan begitu potensi yang ada di masing-masing desa dapat berkembang sehingga mampu menggerakan perekonomian warga,” pungkas Mugito Citrapati.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *