DBH Turun Kurangi Anggaran Rp241,3 Miliar

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Perolehan dana bagi hasil (DBH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang ditetapkan sebesar Rp812,7 Miliar.

Pengurangan alokasi anggaran pun juga dilakukan senilai Rp241,3 Miliar.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Herry Sudjarwo, mengatakan, untuk produksi minyak tahun ini hanya terealisasi 33.792.120 barel.

“Padahal, produksi minyak siap jual semula ditetapkan sebesar 45.407.770 barel,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com saat ditemui di ruang paripurna DPRD setempat beberapa waktu lalu.

Penyebab terjadinya penurunan produksi minyak bumi adalah mundurnya puncak produksi Blok Cepu sebesar 165 ribu barel per hari yang tidak bisa terealisasi pada September ini.

“Ada kemunduran puncak produksi Blok Cepu hingga November mendatang,” tambahnya.

Saat ini produksi di Blok Cepu  yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sekitar 80 ribu barel per hari.

Selain itu, juga terjadinya penurunan produksi lapangan sumur minyak Sukowati oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) yang hanya 19.000 barel per hari.

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Layangkan SP ke MCL

“Apalagi harga minyak mentah hanya US$40 sampai US$ 50 perbarel,” tandasnya.

Dengan adanya penurunan DBH Migas, Pemkab terpaksa mengurangi alokasi anggaran yang sudah tertuang di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2015 sebesar Rp241,3 miliar.

“Hasil rapat paripurna banyak anggaran yang harus disesuaikan dengan program,” tandasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *