Infrastruktur Daerah Lumbung Pangan Memprihatinkan

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Melimpahnya bahan pangan di Desa Cabean Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Banyak kubangan disetiap badan jalan menuju kokasi lumbung pangan ini. Sehingga, menimbulkan kesan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Terlihat dari buruknya infrastruktur jalan menuju desa yang memiliki luas area pertanian lebih dari 400 hektar tersebut. Padahal, hasil pertanian di wilayah ini cukup potensial. Diantaranya adalah padi, kacang tanah, dan kacang hijau.

“Hanya saja melimpahnya hasil pertanian belum didukung dengan akses jalan yang memadai. Padahal, dalam setahun panen padi hingga tiga kali. Dengan rata-rata perhektar mencapai produksi 5,5 ton gabah,” kata salah satu Perangkat Desa Cabean, Muharyanto, Jum’at (25/9/2015).

“Disini jalannya masih jelek, dan memprihatinkan. Padahal, dalam sehari bisa mencapai 8 truk mengangkut gabah,” lanjutnya.

Tidak jarang tengkulak yang mengeluhkan saat mengambil gabah milik petani. Dengan kondisi ini, diharapkan Pemerintah segera memberikan perhatian atas infrastruktur yang ada di wilayah Desa Cabean.

Baca Juga :   Pantau PKL Sekitar Plasa Cepu

“Tentunya juga berpengaruh terhadap penghasilan petani, dan semoga segera dibangun,” jelasnya.

Kepala Desa Cabean, Samsul Hadi, menambahkan, tidak hanya jalan saja yang harus diperhatikan juga jembatan yang ada perlu diperhtikan pula. Sedangkan untuk jalan utama desa sepanjang 4 kilo meter sebagiannya saat ini dalam masa pembangunan.

“Jembatan di wilayah kami juga butuh perhatian,” katanya.

Pejabat Bupati Blora, Ihwan Sudarajat, mengaku, akan segera memperhatikannya, dengan mengalokasikan bantuan dana selain diperuntukan pembangunan infrstruktur juga pengadaan lumbung pangan desa.

“Wilayah ini memang kurang perhatian, wilayah desa ini bisa dikata wilayah emas dengan potensi yang ada. Jadi segera kami perhatikan, dan sekaligus akan kami beri bantuan modal yang nantinya akan dikelola desa,” ungkapnya saat berkunjung di desa ini. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *