SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Penambang sumur tua yang biasa mengerjakan sumur tua di Lapangan Tawun Gegunung, baik yang ada di Kecamatan Singgahan ataupun Kecamatan Bangilan, Tuban, Jawa Timur, memilih bertahan meski lapangan tersebut sudah dikuasai KSO Pertamina PT Tawun Gegunung Energy (TGE) dan juga PD Aneka Tambang.
Salah satu tokoh penambang, Ukin, kepada Suarabanyuurip.com menjelaskan, penambang tradisional yang ada disana memilih bertahan lantaran belum ada pekerjaan berarti baik yang dilakukan PT TGE atau PD Aneka Tambang.
“Belum ada apa-apa (pekerjaan infrastruktur), sehingga kami memilih untuk tetap menambang,” kata Ukin kepada Suarabanyuurip.com melalui ponselnya, Sabtu (26/09/2015).
“Mau bagaimana lagi, karena ini memang mata pencaharian kami,” jelas Ukin.
Ukin berharap penambang kedepannya tetap dipekerjakan, meskipun Lapangan tersebut dibawah wilayah kerja PT TGE sebagai KSO Pertamina, dan juga sekitar 10 titik sudah diserahkan PD Aneka Tambang.
“Jangan langsung usir kami, kalau bisa ya cari sumur tua lain di wilayah itu dan yang sudah kami kelola ini biar saja kami yang mengerjakan,” kata Ukin.
Meskipun sekarang tidak mempunyai ijin, penambang berharap ini yang harus dipikirkan pemerintah untuk memberdayakan mereka. Penambang juga berharap mendapatkan pendampingan dari Pertamina EP, selaku pemilik wilayah diatas TGE. Pendampingan diharapkan mulai dari pengurusan legalitas sampai pada teknik pengolahan yang benar.
“Kita malah senang kalau ada pendampingan, supaya kami nanti bisa maksimal mengelola sumur tua ini,” imbuhnya. (edp)