SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga desa sekitar Ladang Migas, Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur merasa kecewa dengan ulah PT Urawa Rekayasa Mandiri (URM) subcon PT Tripatra – Samsung kontraktor pelaksana proyek Egineering, Procuremen, and Construktion (EPC)-1 Banyuurip.
Musababnya adalah PT URM tidak mau menerima tenaga kerja (Naker) lokal yang notabene adalah eks naker EPC-1. Dengan dalih pihak kontraktor pelaksana EPC-1 sendiri yang tidak memperbolehkan untuk menerima naker dari eks EPC-1.
Pujianto, warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, mengaku, kecewa dengan PT URM yang tergolong baru masuk di proyek Banyuurip sudah berani berulah dangan tidak mau menerima naker lokal eks EPC-1. Padahal, warga lokal sudah banyak yang memiliki skil.
“Kalau cuman skil 1 dan skil 2 (Fiter 1 dan Fiter 2) warga sini sudah banyak. Jika alasannya cuma males kerja, tentunya tidak semuanya seperti itu. Pasti juga banyak yang disiplin,” kata Pujianto kepada suarabanyuurip.com.
Diperkirakan ada 100 lebih naker lokal eks EPC-1 yang melamar di PT URM yang ditolak, dan semuanya adalah warga desa sekitar proyek Banyuurip. Padahal, sudah lolos Medical Check Up (MCU), dan Training.
“Alasan lain, saat karyawan Urawa, Pak Roni dan Pak Riswan saya kroscek, bilang tidak beraninya menerima naker eks EPC-1 yang merintahkan adalah Tripatra, dan jika menerima, maka akan diputus langsung kontraknya sama Tripatra,” jelasnya.
Diharapkan, pihak perusahaan yang terlibat di proyek Banyuurip untuk tidak terkesan mengadu domba antara warga dengan perusahaan yang ada. Jika aktifitasnya ingin lancar sesuai harapan. Untuk meluruskan masalah ini, PT Tripatra – Samsung segera mengkroscek kebenarannya, dan sekaligus mecarikan jalan keluar yang terbaik.
“Saya sarankan Tripatra segera turun tangan sebelum menimbulkan gejolak sosial warga atas pengakuan dari karyawan PT URM tersebut,” ujar tokoh masyarakat Desa Bonorejo ini.
Terpisah, Communication Specialist Tripatra, Fajar Shodik, menegaskan, sacara umum hal itu tidak benar, karena Tripatra tidak pernah menginstruksikannya.
“Kami tidak pernah menginstruksikan seperti itu, namun jika ada informasi tersebut kami tentu akan melakukan konfirmasi kepada subcon,” jelas Shodik melalui pesan pendek beberapa waktu. (sam)