Warga Cabean Wadul Bupati

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kebutuhan Listrik bagi warga Desa Cabean, Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, terus bertambah seiring dengan mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mesin pengairan sawah. Melambungnya harga BBM, membawa dampak tingginya ongkos opersional. Sehingga memaksa warga untuk beralih ke listrik sebagai penggerak mesin pompa air.

Warga Desa Cabean, Muharyanto, menuturkan, biaya pengairan untuk lahan pertanian dengan menggunakan tenaga listrik lebih hemat dibandingkan dengan solar.

“Petani berencana beralih ke listrik,” kata Muharyanto saat ikut hadir dalam kunjungan bupati belum lama ini.

Ternyata keinginan warga untuk beralih ke listrik terasa kandas ditengah jalan. Lantaran dari penyedia listrik dalam hal ini PLN, belum mengabulkan permohonan warga. PLN beralasan, karena keterbatasan tenaga listrik, dan jika dipaksakan maka jaringan arus listrik rumah tangga yang akan kalah.

“Sudah setahun lebih kami mengajukan penambahan jaringan, tapi sampai saat ini belum realisasi, makanya kami wadul Bupati,” ujar Muharyanto yang juga perangkat desa setempat.

Baca Juga :   Dari Daerah Banjir, Bojonegoro Jadi Lumbung Pangan

Pihaknya berharap, Bupati Blora bisa menjembatani kepentingan petani untuk bisa mendapatkan tambahan daya listrik. Selain itu, juga diberikan bantuan embung untuk memenuhi kebutuhan air warga termasuk untuk pertanian.

“Kalau ada embung, air untuk warga bisa tercukupi. Kebutuhan pertanian di wilayah Cabean juga bisa maksimal,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, Pejabat Bupati Blora, Ihwan Sudrajat, meminta pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Cabean segera mengajukan permohonan secara tertulis. Baik untuk jalan, jembatan, embung, dan khususnya untuk listrik.

Desa Cabean merupakan wilayah yang berpotensi pangan dan perlu mendapatkan perhatian. Sehingga, potensi yang ada kedepan bisa meningkat dengan bagus.

“Nanti akan kita jembatani dengan PLN,” katanya.

Dia menambahkan, jika infrastruktur bagus utamanya jalan, Sudrajat mewanti-wanti untuk tidak ada proyek perumahan masuk Desa Cabean.

“Kalau lahan bagus tiba-tiba ada perumahan. Jangan sampai terjadi itu, jangan sampai ada perumahan di Cabean,” pesannya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *