SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Warga Dusun Sekidang Desa Soko, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bisa terbilang dusun terisolir dibandingkan dengan lainnya. Hal itu, dari sulitnya mendapatkan pasokan tenaga listrik, dan jauh dari permukiman penduduk.
Ditambah dengan infrastruktur juga belum banyak yang memadai, karena akses jalan yang rusak parah. Dusun Sekidang hanya dihuni 43 kepala keluarga (KK) dan 102 jiwa.
Kepala Desa Soko, Alex Jiantoro, menuturkan, hampir semua warga sekitar menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Warga membuat antena yang telah didesain sedemikian rupa agar dapat menyerap tenaga matahari sebelum diubah menjadi listrik.
Berapa dayanya Kades mengaku tidak tahu persis. Namun dipastikan aliran listrik tidak dapat bertahan lama.
“Hanya kuat untuk tiga lampu saja,” ungkapnya.
Menurut Alex, untuk mendapat pasokan listrik dari PLN hingga saat ini masih belum bisa dilakukan. Juga belum dapat berbuat jauh, karena kondisi memang tidak memungkinkan.
Kalaupun ingin mendapat pasokan listrik, warga harus menyambung dari sebuah desa yang sudah masuk wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa-Timur.
“Dusun ini perbatasan dengan Nganjuk,” imbuhnya.
Alex mengaku, belum menemui solusi atas persoalan ini. Sebab, aktivitas di dusun sana memang jauh dari pusat permukiman warga dan kantor pelayanan umum. Diperkirakan jarak Dusun Sekidang sekitar 40 kilo meter dari kota Bojonegoro. Jarak tersebut cukup jauh karena kondisi infrastruktur jalan masih rusak.
“Sampai saat ini belum terpikirkan,” tutur Alex. (roz)