SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Semarang – Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Tambak Lorok, Semarang, bisa dikatakan sebagai tempat terakhir perjalanan gas yang berasal dari Blok Gundih, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Melalui pipa sepanjang 140 kilometer, gas disalurkan ke kawasan Tambak Lorok, Semarang. Gas kemudian diolah dan dimanfaatkan sebagai tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).
PT Indonesia Power, yang tak lain adalah anak perusahaan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) memanfaatkan gas dari Blok Gundih. Untuk membangkitkan listrik demi mencukupi kebutuhan listrik untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Kita sebagai perusahaan hanya membangkitkan litsrik dengan memanfaatkan gas, sementara untuk pendistribusian supaya sampai ke konsumen merupakan kewenangan dari PLN sebagai induk perusahaan kami,” kata Manager Engineering PT Indonesia Power, Fardiyan, di lokasi PLTG Tambak Lorok, Selasa (29/09/2015).
Fardiyan menjelaskan, Unit Pembangkit (UP) Semarang berlokasi di areal seluas 40 hektar, di Teluk Tanjung Emas, Semarang. UP Semarang memiliki kapasitas terpasang sebesar 1.408 MW.
“Terdiri dari 3 pembangkit, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG),” jelas Fardiyan.
UP Semarang, mempunyai beberapa fungsi. Diantaranya beroperasi sebagai basloader dan follower, pengatur mutu tegangan, pemghubung baray dan timur untuk sistem kelistrikan interkoneksi Jawa dan Bali, serta penjaga beban di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. (edp)