SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Keberadaan PT. Indocater, pemenang tender proyek maintenance katering Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, tidak hanya pengusaha katering lokal saja yang merasa terancam tersingkirkan. Namun juga suplier bahan baku katering yang selama ini telah bekerjasama dengan sejumlah pengusaha katering lokal di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Salah satu suplier bahan baku katering lokal, Abdul Aziz, mengaku, keberadaan PT. Indocater secara tidak langsung telah menyingkirkan peluang pengusaha katering lokal untuk terus berkembang.
Padahal keberadaan pengusaha katering dari lokal cukup membantu masyarakat yang ingin menjadi suplier bahan baku. Dia sendiri juga turut terlibat menyuplai bahan baku katering berupa sayur – sayuran.
“Selama ini saya cukup diuntungkan,” kata dia kepada Suarabanyuurip.com.
Menurutnya, dengan selesainya pengerjaan konstruksi (engineering, procurement and constructions/EPC) seharusnya pengusaha lokal tetap digandeng dan diberikan peluang. Dia menilai, dengan masuknya PT. Indocater sama halnya melakukan pelanggaran terhadap komitmen Perda No.23 tahun 2011 tentang Konten lokal.
“Ya itu sama saja dengan melanggar Perda Konten Lokal. Jangan dikira kita diam bukan berarti tidak resah,” tegasnya.
Dia berharap, pengusaha lokal harus tetap diperhatikan meski pengerjaan konstruksi EPC akan segera rampung. Sebelumnya sejumlah pengusaha katering lokal mengaku keberatan dengan keberadaan perusahaan katering pemenang proyek maintenance PT. Indocater. ‎(Roz)