SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Selama tujuh hari staf dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, melakukan pengumpulan data terkait pencegahan dan penanggulangan terorisme di Lamongan, Jawa Timur.
Tidak ada pernyataan resmi dari Kolonel Inf FX Giono, pemimpin rombongan dari Balitbang Kemenhan RI tentang dipilihnya Lamongan sebagai lokasi pengumpulan data.
Saat diterima Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi, di Guest House Pemkab Lamongan, Selasa (29/9/2015), Giono hanya menyebutkan dia bersama staf Balitbang Kemenhan akan berada di Lamongan selama tujuh hari.
Dia menyatakan, ada lima instansi yang dijadikannya lokasi pengumpulan data di Lamongan. Yakni Kodim 0812 Lamongan, Polres Lamongan, Kantor Kemenag di Lamongan, Badan Kesatuan Kebangsaan Politik, dan Dinas Pendidikan.
“Tujuan kami ke Lamongan ini bukan dalam rangka kunjungan kerja, namun melaksanakan pengumpulan data sebagai bahan penelitian kami untuk menyusun rekomendasi kepada pimpinan,“ tutur Giono.
Penelitian dan pengumpulan data tersebut, terkait kegiatan pencegahan dan penanggulangan terorisme melalui lembaga pendidikan formal, dan non formal.Â
“Kami berharap lewat penelitian ini bisa menemukan model, cara pendidikan yang bisa diterima semua faham, bisa diakomodir semua golongan sehingga mereka bisa diarahkan. Kami yakin semua memiliki tujuan untuk membangun Negara Indonesia,“ jelas dia dalam acara yang juga diikuti Forum Komunikasi Umat Beragama Lamongan dan Camat dari Kota Lamongan, Babat, Solokuro dan Brondong tersebut.
Sementara Yuhronur Efendi menyatakan, Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) di Lamongan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, seringkali mengadakan koordinasi terkait upaya deradikalisasi. Diantaranya dengan membuat program kegiatan ekonomi produktif. (tok)