Yakini Ada Dalang Dibalik Kerusuhan

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Anggota Watimpres, Hasyim Muzadi, meminta kepada pimpinan perusahaan di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, untuk berhati-hati juga memprediksi kemungkinan kerawanan yang ada.

“Kita perlu memikirkan kerawanan sosial, jangan hanya keuntungan saja,” tukasnya.

Hasyim, menyampaikan kepada Polres Bojonegoro, untuk membedakan antara kriminal murni dengan kriminal yang sangkut pautnya dengan pekerjaan. Bagaimana, pendekatan hukum sekaligus dengan pendekatan sosial dan keadilan kalau masalahnya berkaitan dengan nafkah.

“Siapapun yang salah memang harus dihukum secara formal, tapi disisi lain tidak timbul karena kriminalitas melainkan kekhawatiran,” tandasnya.

Semua pihak harus memprediksi kerawanan sosial terkait pengangguran di Blok Cepu nantinya. Sehingga, tingkat intelijen dari pihak Kepolisian harus bersifat komperehensif.

“Selidiki juga adakah faktor lain yang menciptakan kerusuhan di proyek Engineering Procuremen, and Construktion (EPC)- 1, bulan Agustus 2015 lalu,” lanjutnya.

Berdasarkan pengalaman selama ini, pada kerusuhan di Blok Cepu, tidak hanya faktor objektif saja yang menjadi penyebabnya, melainkan juga indikasi faktor perencanaan dari pihak tertentu.

Baca Juga :   Program City Gas Terancam Gagal

“Saya punya keyakinan meski tidak punya bukti, kelompok ini ada indikasi yang ingin menciptakan konflik,” tegasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *