Menanti Kepastian Proyek Pengolahan Gas Flare

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepastian pembangunan fasilitas pengolahan gas suar bakar (gas flare) di wilayahnya.

Proyek pengolahan gas suar bakar dari Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, itu sebelumnya sempat tertunda. Namun sekarang ini proyek itu akan dilanjutkan kembali oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro,  PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dengan mitranya PT Intermedia Energi (IME).

“Kami meminta kepastian dari kabar yang berhembus kencang di media dan masyarakat terkait pembangunan fasilitas gas flare ini,” kata Kades Campurejo, Edi Sampurno kepada suarabanyuurip.com saat ditemui dikantornya Rabu (30/9/2015) siang tadi.

Kepastian tersebut untuk menjawab pertanyaan masyarakat terkait lowongan pekerjaan. Namun karena belum mendapatkan kabar secara resmi dari pihak terkait, Pemdes Campurejo  tidak berani memberikan jawaban apa-apa kepada warga.

“Takutnya, seperti dulu lagi. Sudah sosialisasi dan merencanakan perekrutan tenaga kerja, ternyata gagal,” kata Edi, mengungkapkan.

Meskipun begitu, Pemdes Campurejo telah menyiapkan warga lokal untuk menyongsong industrialisasi migas di wilayahnya. Sehingga apabila pembangunan fasilitas gas flare memang benar-benar dilanjutkan, warga Campurejo bisa terlibat secara maksimal.

Baca Juga :   Jalan Lingkungan Belum Diperbaiki

“Pokoknya kami tidak mau kalau dibohongi lagi, jangan sampai mitra yang digandeng PT BBS abal-abal,” imbuhnya.

Pelibatan warga lokal ini sesuai amanat peraturan daerah (Perda) No 23 Tahun 2011 tentang Konten Lokal. Karena itu selain pekerja unskill,  tenaga skill dari warga lokal harus terserap maksimal.

“Dari awal EPC sampai produksi, masyarakat Campurejo harus terlibat,” tegas Edi.

Seperti diketahui, proyek pembangunan fasilitas pengolahan gas flare  ini telah mati suri selama kurang lebih 3 tahun sejak dilakukan pengurukan lahan. Namun, saat ini, mitra PT BBS yakni PT IME menggandeng Tommy Soeharto, putra mantan Presiden RI ke 2, Soeharto, sebagai pemilik saham terbesar PT Bumi Nusa Permai akan melanjutkan kembali proyek tersebut.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *