Lapangan Gas Lengo Butuh Proses Panjang

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Kepala Urusan Hubungan Media Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Ryab B Wurjantoro, menyebut, proses yang harus dilakukan supaya Lapangan Gas Lengo, di Perairan Tuban dan Rembang, masih membutuhkan waktu panjang.‬

‪Lapangan Gas Lengo, dikelola PT KrisEnergy, yang tak lain perusahaan Migas dari Singapura. Rencana terakhir, gas dari lapangan yang ada di tengah laut ini akan disalurkan sampai kedarat dan diolah di Kawasan Industri Tuban (KIT) Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.‬

‪”Itu PoD nya memang sudah keluar, tapi masih butuh proses panjang yang perlu dilakukan supaya gas bisa dikelola,” kata Ryan kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (3/09/2015).‬

‪Ryan mengatakan, ketika sudah diketahui adanya cadangan gas potensial yang bernilai ekonomis maka akan dilakukan pembahasan Analisis Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dibahas oleh berbagai elemen. Kemudian setelah itu, baru dilakukan pembebasan lahan didarat dan menyiapkan infratsruktur penunjang.‬

‪”Jangan lupa, kalau gas itu bisa diambil setelah buyernya jelas dan baru disiapkan infrastrukturnya,” jelas Ryan.‬

Baca Juga :   Pertanyakan Peniadaan Tenaga Medis di Pad A

‪Seperti halnya Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) yang lain, untuk mengelola lapangan inipun diperlukan berbagai ijin yang tidak sedikit.‬

‪”Belum lagi penyiapan hal-hal yang lain dan diperlukan,” tandasnya.‬

‪Sebelumnya, Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tuban, Bambang Irawan, mengatakan kalau pembahasan AMDAL Lapangan Gas Lengo oleh PT KrisEnergy sudah masuk dalam finalisasi Amdal.‬

‪”Dibahas oleh Komisi Amdal Pusat, kita (Pemkab) hanya sebagai anggota komisi,” kata Bambang. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *