SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Demo yang dilakukan Asosiasi Kontraktor Banyuurip Blok Bojonegoro (AKBUBB) beberapa waktu lalu tidak ada unsur memprovokasi maupun mengatasnamakan warga Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Aksi tersebut murni atas nama AKBUBB untuk memperjuangkan kontraktor lokal sesuai dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor : 23 Tahun 2011 tentang Konten Lokal.
Hal itu ditegaskan Ketua AKBUBB, Hadi, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (04/10/2015) malam. Dia mengaku, aksi tersebut murni untuk memperjuangkan hak-hak kontraktor lokal sesuai dengan Perda 23/2011, utamanya yang tergabung di AKBUBB.
“Aksi kami murni atas nama AKBUBB, dan tidak ada arah provokasi warga Gayam atau mengatasnamakan warga Gayam seperti yang ditulis oleh salah satu media online yang ada di Bojonegoro,” katanya.
Salah satu perjuangan yang dilakukan adalah pemenang tender harus ber KSO dengan kontraktor lokal. Tujuannya untuk memberdayakan konten lokal sekitar Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu.
“Pada saat itu kami juga sudah duduk satu meja di Pemkab bersama Pak Bupati dan Watimpres. Hasilnya, beliaunya semua juga mendukung atas penyampaian keluhan yang kami tuntutkan kepada EMCL,” tegasnya.
“Saya berharap pihak-pihak lain untuk tidak sudzon dengan kami, dan tidak memberitakan yang indikasinya mengarah ke kami yang terkesan menyudutkan,” lanjutnya.
Ketika disinggung berkaitan pemberitaan yang dianggap tidak pas tersebut, Hadi mengatakan, ada dua berita yang terkesan diarahkan ke AKBUBB. Untuk menyelesaikannya, langkah pertama akan dilakukan klarifikasi terlebih dulu kepada Reporter yang menulis berita dan Redaksinya.
“Berita pertama tidak kami respon, karena tidak ada bukti. Untuk berita kedua kalau tidak salah yang kami masalahkan. Jadi akan kami klarifikasi dulu, setelah itu baru mengarah kelangkah berikutnya, karena tudingan dalam pemberitaannya langsung megarah ke kami,” tandasnya.
Sebagai dasar bahwa pemberitaan yang mengarah ke AKBUBB adalah foto saat rombongan berjalan menuju Kantor EMCL di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, beberapa waktu lalu, yang ditayangkan di salah satu media online di Bojonegoro.
“Kami sudah memerintahkan tim kami untuk megklarifikasi, dan buktinya juga sudah kami simpan. Jika tidak direspon lihat saja langkah kami berikutnya,” tegas pria asal Desa Manukan, Kecamatan Gayam ini.
“Sebenarnya saya senang dengan teman-teman wartawan, karena dapat menjadi kontrol bagi semua pihak, tapi caranya yang profesional lah jangan lantas terkesan menuding kami yang tidak-tidak,” sambung Jaswadi, Bendahara AKBUBB melalui telepon.(sam)