SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Pasien dan keluarga keluhkan pelayanan di Rumah Sakit Umum (RSU) Padangan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Bukan hanya pelayanan, obat yang semestinya hanya disediakan di RSU, tapi pasien diminta mencari di luar RSU setempat.
Salah satu keluarga pasien, Ahsam (26), mengeluhkan, ada kesan membedakan antara pasien dengan menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), maupun pasien dari umum.
“Kalau yang umum tidak memakai BPJS dilayani maksimal, kalau yang memakai BPJS, Jamkesda, Jamkesmas kesane diabaikan, Mas,” kata Ahsam kepada suarabanyuurip.com di RSU Padangan beberapa waktu lalu.
Keluhan itu muncul saat pelayanan kakeknya yang sebelumnya didiagnosa menderita hernia dari puskesmas, setelah dirujuk ke RSU Padangan ternyata mendapat kenyataan berbeda.
“Dari tahapan pemeriksaan katanya menderita sakit pada hatinya, tapi saya bingung dokter yang nangani bukan ahli penyakit dalam malah dokter bedah,” ungkapnya.
Selama lima hari dirawat, tidak ada kejelasan dari petugas untuk perkembangan kesehatan kakeknya. Hanya disarankan untuk operasi mengambil sampel hati. Jika tidak, diberikan solusi untuk menebus obat.
“Dari petugas kesehatan kita ditawari obat yang mahal atau obat yang murah. Padahal, kami menggunakan Jamkesmas, masih disuruh nebus obat,” tuturnya.
“Lebih mengecewakan lagi, seharusnya penanganan kakeknya segera dilakukan. Malah dokter yang menangani sudah pulang. Kemudian, kata petugasnya kami diminta untuk menunggu 2 sampai 3 hari lagi,” ujar dia mengeluhkan.
Dalam hal ini, kata dia, ada hak pasien yang hilang. Sesuai dengan pasal 32 Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Diantaranya, memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi, Memperoleh layanan yang efektif dan efisien.
“Sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi,” jelasnya.
Surati, keluarga pasien lainnya, mengeluhkan hal yang berbeda. Dia mengaku, terpaksa mencari obat keluar hingga ke apotik Cepu, Jawa Tengah. Di apotik Cepu, mendapat tanggapan mengejutkan dari petugas apotik. Obat yang dibutuhkan khusus disediakan dan adanya hanya di RS. Tidak diperjualbelikan di luar.
“Katanya di RS tidak ada. Padahal pakai BPJS, tapi kok obatnya kita cari sendiri,” ujar Surati kebingungan.
Beruntung, upayanya mendapat obat berupa cairan yang dibeli di Apotik Padangan tidak jauh dari RSU setempat untuk disuntikkan keluarganya.
“Saya menduga kemungkinan sudah ada kerjasama dengan apotiknya, Mas,” jelasnya.
Terpisah, salah satu petugas keamanan RSU setempat yang tidak mau disebut namanya, mengaku, sering menjumpai hal itu.
“Kalau pasien dengan jaminan kesehatan memang agak kurang diperhatikan,” sambungnnya. (Ams)