SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Penjualan pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lamongan, Jawa Timur ludes diserbu pembeli. Sayangnya distribusi dari Pertamina sering telat.
“Sejak adanya Pertalite pembeli BBM banyak yang beralih dari Premium ke Pertalite,” kata pengawas SPBU Banaran di Jalan Babat-Bojonegoro, Sukardi.
Dari 23 SPBU di Lamongan, sepengetahuanya, baru dua SPBU yang menjual, yaitu SPBU Lamongan kota dan SPBU Banaran, karena dua SPBU itu lebih siap sarana prasarananya. Diantaranya, satu tanki pendam (dalam tanah) dari tiga tanki pendam premium untuk diganti pertalite.
Sukardi, mengaku, diawal penjualan melakukan promosi khusus agar konsumen mengenal dan mau membeli pertalite. Promosi di lakukan dengan membagikan brosur tentang apa itu Pertalite dan apa saja kelebihan Pertalite dibanding jenis bahan bakar lainnnya kepada para konsumen.
“Ternyata cukup efektif menjaring konsumen yang semula memakai Premium beralih membeli pertalite. Khususnya pengendara sepeda motor. Saking larisnya, sampai ketelatan,” akunya.
“Setiap pengiriman SPBU Banaran mendapat stok pertalite 8 ribu liter. Harga pertalite sendiri Rp8300/liter sedang premium Rp7400/liter.
Saat animo masyarakat cukup tinggi membeli pertalite, belum di imbangi dengan kelancaran distribusi. Pertamina sering telat melakukan pengiriman. Keterlambatan terjadi, karena tangki yang mengangkut BBM Pertalite harus mengecer ke beberapa SPBU di wilayah Gresik dan Lamongan.
“Pendistribusian Pertalite dari Pertamina Surabaya tidak bisa lancar. DO hari ini baru bisa dikirim besok malam,” keluhnya.
Salah satu pembeli pertalite, Hasan, mengaku, saat ini telah beralih dari membeli premium ke pertalite.‬ Meski harganya lebih mahal, pertalite memiliki banyak kelebihan dibanding premium.
“Tarikan motor lebih ringan selain itu mesin motor lebih awet,” ujar warga Desa Sraturejo, Kecamatan Boureno, Bojonegoro, Jawa Timur ini.
Direktur SPBU Sekaran, Mad Syamsuri, mengaku, untuk memperluas lokasi SPBU memperlukan dana banyak. “Harus mengalokasikan dana kurang lebih Rp1 miliar,” jelasnya. (tok)