SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Destinasi Wisata Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Blora, Jawa Tengah, masih belum tergarap maksimal. Hal itu, dari Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora masih kesulitan mengelola destinasi wisata tersebut.
Kepala DPPKKI Blora, Slamet Pamuji, mengaku, kesulitan dalam mengembangkan wisata migas, karena dari pihak pengelola sumur belum bisa buka akses untuk wisata.
“Masih sulit, Mas. Ijinnya juga ruwet,” kata Slamet Pamuji kepada suarabanyuurip.com melalui pesan singkat, Rabu (7/10/2015).
Dia mengaku, pihaknya juga belum mengajukan ijin pemanfaatannya kepada Pertamina. Meski diketahui, keberadaan destinasi wisata migas itu berada di wilayah kerja pertambangan (WKP) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
“Untuk wisata, kami lebih fokus pada sumur-sumur tua yang ditambang oleh masyarakat di sekitar Desa Semanggi, Kecamatan Jiken,” ujarnya.
Sementara itu, Legal and Relations Manager PEP Asset 4 Field Cepu, Sigit Dwi Aryono, menuturkan, bahwa dari Pemkab Blora belum mengajukan ijin ke Pertamina.
“Setahu saya belum ada permintaan ijin,” kata Sigit dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Saat disinggung apakah nantinya bisa bekerjasama dengan Pemkab terkait pengelolaan wisata, dalam hal ini Pertamina bisa memberikan kemudahan perijinan?. Dia menjelaskan, akan melakukan evaluasi dulu setelah ada permintaan resmi.
“Nanti kita evaluasi kalau sudah ada permintaan resmi secara komprehensif. Terutama terkait aspek keselamatan dan keamanannya (HSSE),” jelasnya. (Ams)