Dukung Proyek Bioetanol-Metanol Bojonegoro, Jalan Sumengko-Bandungrejo Perlu Diperlebar

Jalan PUK Sumdengko-Bandungrejo.
PERLU DIPERLEBAR: Jalan PUK Sumengko-Bandungrejo di wilayah Kecamatan Gayam hanya memiliki lebar 5 meter.

SuaraBanyuurip.com – Pemerintah pusat berencana membangun pabrik bioetanol-metanol di kawasan hutan Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pemerintah desa di Kecamatan Gayam berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro segera memperlebar jalan poros utama kecamatan (PUK) Sumengko, Kecamatan Kalitidu-Bandungrejo.

Kepala Desa Katur, Kecamatan Gayam, Sukono mengatakan, pelebaran jalan Sumengko-Bandungrejo ini diperlukan untuk mendukung proyek pabrik bioetanol-metanol yang berada di Desa Bandungrejo dan Katur. Kedua proyek tersebut dipastikan akan menyebabkan peningkatkan volume kendaraan ketika proyek konstruksi dimulai.

“Kalau lebarnya masih seperti ini ya tentu akan menghambat kelancaran lalu-lintas di sepanjang jalan ini,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Rabu (6/5/2025).

Sukono menjelaskan, jalan PUK Sumengko-Bandungrejo sekarang ini hanya memiliki lebar lima meter. Jalan ini juga banyak dilewati kendaraan proyek minyak Banyu Urip, Blok Cepu dan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB).

“Jadi perlu diperlebar. Sekarang ini saja kalau ada kendaraan berpapasan salah satu harus berhenti. Bagaimana kalau nanti proyek bioetanol-metanol sudah mulai,” ungkapnya.

Menurut Sukono, lebar jalan PUK Sumengko-Bandungrejo idealnya perlu ditambah tiga meter.  Penambahan di sisi kiri dan kanan jalan masing-masing 1,5 meter.

“Itu baru ideal,” tegas kepala desa dua periode itu.

Baca Juga :   Bawaslu Bojonegoro Ajak Santri Jadi Pengawas Partisipatif

Sukono mengungkapkan, pelebaran jalan Sumengko-Bandungrejo sempat digagas sebelum proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement and construction/EPC) Banyu Urip dimulai. Tapi sampai sekarang belum terealiasi.

“Dulu sempat ada rencana jalan ini akan dibuat dua jalur dan di Katur dibangun gapura besar sebagai pintu masuk Gayam bertuliskan Kawasan Minyak,” tuturnya.

Kades Katur, H. Sukono.
Kades Katur, H. Sukono.

Dia memperkirakan akan terjadi peningkatan volume kendaraan saat proyek konstruksi mulai dan pabrik tersebut beroperasi. Akan banyak kendaraan besar lalu-lalang mengangkut bahan baku sorgum dan jagung. Juga produk olahan dari pabrik.

“Jadi ini harus dipikirkan pemkab mulai dari sekarang. Jangan sampai jalan belum dilebarkan dan proyek sudah mulai. Ini bisa menganggu arus lalu-lintas dan berisiko terjadi kecelakaan,” pesannya.

Sukono menambahkan, akses jalan pendukung proyek pabrik etanol-metanol sebenarnya bisa melalui lahan Perhutani dengan cara membangun jalan baru. Namun diperkirakan biayanya jauh lebih mahal daripada melebarkan jalan PUK Sumengko-Bandungrejo.

“Saya kira lebih efisien melebarkan jalan ini,” pungkasnya.

Parik bioetanol-metanol rencananya dibangun di lahan kawasan hutan RPH Sawitrejo BKPH Clangap KPH Bojonegoro turut Desa Bandungrejo. Lokasinya tidak jauh dari fasilitas pemrosesan gas JTB.

Baca Juga :   Wakil Ketua DPRD Mitroatin: Pabrik Metanol Dorong Transformasi Ekonomi Daerah

Luas lahan hutan yang dibutuhkan mencapai 5.130 hektar (ha). Rincinnya, 130 hektar untuk lokasi pabrik, dan 5.000 hektar digunakan penanaman sorgum mendukung bahan baku bioetanol.

Pembangunan pabrik bioetanol-metanol Bojonegoro direncanakan masuk proyek strategis nasional (PSN). Proyek ini diperkirakan menelan investasi sebesar Rp 22,8 triliun. Investornya PT Butonas Petrochemical Indonesia (BPI).

Pembangunan pabrik bioetanol-metanol ditargetkan selesai pada 2027 mendatang. PT BPI telah mendapat alokasi gas JTB dari Kementerian ESDM sebesar 110 MMBTu (Million British Thermal Unit).

Alokasi gas JTB untuk PT BPI tertuang dalam surat Menteri ESDM
nomor T-174/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 16 April 2025 yang ditandatangani Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Jangka waktu alokasi gas mulai 1 Januari 2028 hingga 17 September 2035. Jumlah serapan harian sebanyak 90 MSCFD dengan titik serah terakhir alat ukur milik penjual.

“Untuk ketersediaan gas sudah kami alokasikan sekitar 110 MMBTu. Mudah-mudahan ini segera direalisasikan,” kata Wakil Menteri ESDM, Yuliot menjawab pertanyaan suarabanyuurip.com saat menghadiri peresmian peningkatan produksi minyak lapangan Banyu Urip, Blok.Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis, 26 Juni 2025 lalu.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait