Dua Warga Minta Lahanya Dibeli Rp1 Juta

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Dua warga yang terkena pembebasan lahan proyek Unitisasi Jambaran Tiung Biru (J-TB) di Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur disebut masih enggan melepas lahannya, karena belum ada kecocokan harga.

Kedua warga tersebut meminta harga lahannya dibeli diatas harga yang ditentukan oleh tim appraisal yang ditunjuk oleh operator proyek unitisasi Ladang Gas J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).

“Hanya tinggal dua orang yang belum sepakat,” kata Pjs Kepala Desa Pelem,  Tjondro Lukito kepada Suarabanyuurip.com. Kamis (8/10/2015).

Dia mengungkapkan, dua warga pemilik lahan itu bernama Paiman yang memiliki lahan seluas sekira 500 m2, dan Ahmadi dengan luas lahan sekira 600 m2. Kedua warga ini meminta harga Rp1 juta per meter. Alasannya, letak lahan mereka berada di pinggir jalan raya.

“Sehingga keduanya meminta harga yang lebih dibanding yang lain,” imbuhnya.

Meski demikian, dia optimis jika nantinya akan segera ada titik temu. Terlebih jika sudah ada kejelasan mengenai kepastian pencairan dana lahan dari PEPC maupun BPN.

Baca Juga :   Ingatkan EMCL Antisipasi Dampak Sosial

Sebagaimana diketahui, tim appraisal menaksir harga dikisaran Rp193 ribu per meter harga terendah dan Rp237 ribu per meter harga tertinggi. Sekira 30 warga terkena pembebasan lahan proyek J-TB sempat menolak lahannya dibebaskan karena belum ada kesepakatan harga. Namun belakangan warga sudah menyetujui dengan harga yang ditentukan tim appraisal. (Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *