Pecatan PNS Tipu Ratusan Juta Rupiah

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur disinyalir kuat melakukan penggelapan Motor, dan penipuan sampai ratusan juta rupiah.

Wahyudi Hidayat (36), warga asli Sidoarjo, adalah mantan PNS yang bertugas di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tuban. Pria ini di Tuban tinggal bersama istrinya yang asli warga Tuban.

Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati, menjelaskan, pelaku selama menjadi PNS kerap menjanjikan kepada orang lain bisa menjadi PNS dengan imbalan sejumlah uang. Per- orang, dia mematok sampai 150 juta rupiah.

“Ada 12 orang yang pernah ditipu tersangka dengan mendapat janji bisa jadi PNS dengan cara instan,” kata Elis.

Ke-12 orang ini diminta membayar uang muka terlebih dahulu. Kemudian dijanjikan bisa jadi PNS paling lama 6 bulan setelah pembayaran uang muka. Aksi penipuan ini sudah dia lakukan sejak tahun 2013 lalu, dan dia dipecat dari PNS pada tahun 2015.

“Korban membayar uang muka dengan besaran variatif, ada yang 20 juta, ada yang 30 juta, dan bahkan ada yang sampai langsung membayar uang muka 75 juta rupiah, tetapi janji itu tidak terbukti,” jelas Elis.

Baca Juga :   36 Penjudi Terjaring Operasi Pekat

“Setiap dia mendapatkan uang muka, korban selalu diberi kwitansi pembayaran,” lanjut Elis.

Korban sempat beberapa kali menagih kepada pelaku. Setiap ditagih selalu berkelit, dan pernah berjanji kepada para korban akan mengembalikan uangnya dengan menjual beberapa aset miliknya yang ada di Sidoarjo.

Perlu diketahui, kasus hukum yang menjerat tersangka justru bukan berawal dari penipuan PNS ini. Tetapi bermula dari pelaporan dugaan kasus penggelapan kendaraan bermotor dan ditangkap Polres Tuban. Setelah menjalani proses hukum inilah, kemudian diketahui tersangka juga melakukan penipuan supaya mudah jadi PNS berdasarkan laporan dari belasan orang yang mengaku sebagai korban.

“Sebelum terjerat kasus ini, ternyata tersangka sudah dipecat dari PNS karena sering membolos atau tidak disiplin,” tandas Bu Elis. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *