SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Musim kemarau tahun ini harus memaksa sejumlah warga Dusun Jelubang, Desa Ngampon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggali tanah di tengah Embung yang kondisinya kering dijadikan “belik” (sumur cublik) agar menemukan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Untuk bisa mendapatkan se jerigen air, mereka harus naik turun Embung, dan mengantri dengan warga lainnya menunggu giliran. Mulai pagi hingga sore hari menunggu air bisa diambil.
“Airnya untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan minum ternak. Tapi harus sabar mengantri pagi dan sore airnya baru bisa diambil, Pak,” ungkap Ngasini warga Jelubang kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Dia mengaku, kekeringan yang dialami warga Desa Ngampon ini terjadi sudah cukup lama, kurang lebih lima bulan. Membuat sumur cublik sudah biasa dilakukan warga di Embung sedang kering di saat musim kemarau panjang.
“Dampak kekeringan tahun ini sangat membuat kami kerepotan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” keluhnya.
Senada diungkapkan, Yatmi, warga lain. Ia mengaku, dampak dari musim kemarau ini tidak hanya menyulitkan warga mendapatkan air bersih. Juga membuat pertanian di Desa Ngampon terganggu, karena sebagian lahan pertanian yang ada mengandalkan air Embung untuk mengairi sawah.
“Embungnya saja kering, jadi kegiatan pertanian juga terhambat. Akibatnya, banyak ladang pertanian yang tak bisa di garap,” katanya.
“Kami berharap ada bantuan air lagi yang cukup. Baik dari Pemerintah maupun pengusaha kepada warga Dukuh Jelubang ini,†imbuhnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Sri Rahayu, menuturkan, kekeringan akibat musim kemarau panjang tahun ini dirasakan hampir seluruh warga di Kabupaten Blora. Bantuan air dari BUMN/BUMD, pengusaha, dan. dinas terkait lain untuk peduli mengatasi kekeringan masih terus diharapkan warga.
“Musim kemarau tahun ini sangat panjang dan diprediksi hingga akhir tahun. Jadi bantuan air hingga saat ini memang sangat dibutuhkan,” jelasnya. (Ams)