Rumah Sampah Jadi Tempat Tinggal

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Keberadaan rumah sampah di Cepu, terkesan kurang dimanfaatkan oleh masyarakat. Justru, malah berubah menjadi tempat tinggal. Hal itu, seperti yang tampak terjadi di Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kota Cepu, yang tingkat konsumsi sampahnya sangat besar tersebut sebenarnya sudah disediakan rumah pengolahan sampah oleh pemerintah setempat. Dengan harapan agar masyarakat bisa memandang sampah tidak sekedar sampah melainkan dengan orientasi yang lebih produktif.

Sejumlah rumah pengolahan sampah yang tersebar di beberapa kelurahan di Cepu antara alain, Kelurahan Ngroto, Ngelo dan Tambakromo, rumah pengolahan sampah tersebut masih tidak dimanfaatkan dengan baik.

Salah satunya adalah di Tambakromo, di rumah sampah ini, selain tidak dimanfaatkan dengan baik, kondisi gerbang depan ditutup dengan anyaman bambu. Sehingga kondisi dalam rumah tersebut tidak bisa terlihat dari luar. Kondisi di belakang rumah pengolahan juga terkesan seperti pemukiman warga yang terdapat jemuran pakaian.

Hal ini, dibenarkan oleh Camat Cepu, Mei Naryono. Dia menjelaskan, tidak diaktifkannya rumah pengolahan sampah tersebut pihaknya merasa miris. Padahal, jika masyarakat mau memanfaatkannya dengan baik pasti menjadikan aktifitas yang menghasilkan uang.

Baca Juga :   Banjir Dadakan Masih Ancam Cepu

“Andai tidak gengsi, sebenarnya sampah bisa jadi home industri dan menghasilkan uang,” kata Mei Naryono kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.

Diungkapkan, tidak aktifnya rumah pengolahan sampah tersebut, kendalanya hanya penggerak dari masyarakat sekitar sendiri. Sebab, sejauh ini untuk masalah perlengkapan rumah pengolahan sampah sudah sangat memadai.

“Mesin dan listrik sudah ada, hanya kepengurusan dan masyarakat yang peduli yang tidak ada,” tambahnya.

Diharapkan, pihak Kelurahan bisa mengkondisikan masyarakat sekitar untuk memanfaatkan rumah pengolahan sampah tersebut. Secara umum, pihak Kecamatan telah menghibau pada setiap kelurahan untuk menjaga kebersihan. Hanya saja, himbauan tersebut mendapat respon yang berbeda. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *