SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Suasana berbeda akan terlihat jelas begitu melintas di tengah pemukiman warga Desa Bakung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Â Desa di sebelah timur Bojonegoro yang menjadi Lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 95 Kodim 0813 itu begitu terisolir.
Apabila musim kemarau, gangguan tonjolan batu dan berdebu. Namun jika musim penghujan belepot lumpur.
Kedua musim itu menyulitkan warga di sana untuk melakukan kegiatan ekonomi. Apalagi selama ini jalan itu merupakan akses utama anak-anak berangkat dan pulang sekolah.
Namun kondisi itu tak bakal lagi dijumpai warga maupun anak sekolah. Sebab, sekarang ini, sarana transportasi tersebut sedang dilakukan perbaikan jalan oleh tentara 0813 Bojonegoro yang sedang melakukan kegiatan TMMD. Ditargetkan pembangunan jalan selesai pada 28 Oktober mendatang.
Pantuan di lokasi, Senin (12/10/2015) sore kemarin, jalan berpaving sebagian telah ada di desa yang dikenal berpenghasil tembakau di masa keemasannya dulu. Di lokasi ini, TMMD memaving jalan sepanjang 1920 meter.
“Pastikan pengerjaan paving jalan ini selesai sesuai target, “ kata Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Kav Donova Pri Pamungkas.
Dari kegiatan fisik yang dilakukan tersebut, Dandim menyempatkan terjun mengangkat batu pedel untuk pengerasan bahu sisi jalan. Tepatnya di pengerjaan yang menuju sekelompok pemukiman warga.
Pada kesempatan itu, Dandim memimpin langsung turunnya tanah pedel dari dump truk di sepanjang jalan 100 meter dari total 6 titik pengerjaan jalan. Pedel itu kemudian dipikul oleh sejumlah tentara dan sebagiannya lagi diangkut menggunakan kereta dorongan untuk diratakan di jalan.Â
Di atas pedel di tumpuki pasir kasar. Kemudian paving ditata, di kanan kiri bahu jalan dipasang bata cor berukuran 80 centi meter (Cm) untuk memperkuat lapisan paving dari kelongsoran. Nampak warga juga membantu tentara yang berkeringat di pengerjaan karena terik panas matahari.
Di masa selesainya TMMD, pengguna jalan akan disuguhkan pemandangan tatanan paving yang rapi dan kuat dilintasi kendaraan bermotor roda dua maupun lebih. Hal tersebut membuat siapa saja yang melintasinya tak lagi merasakan tonjolan batu, maupun tercebur kubangan lumpur di musim penghujan.
Seperti yang dirasakan Febi Camelia (20). Dia mengaku butuh tenaga ekstra saat melintasi jalan tersebut pada saat musim kemarau maupun hujan.
“Hampir tiap hari saya lewat sini. Sering terseok seok dan capek dipergelangan tangan karena pegang kuat kuat stir, kedepan dipastikan semua jalan di dusun ini menyamankan siapapun yang melintas,†kata dia, mengungkapkan.
Dia berharap, pemerintah meneruskan pembenahan jalan dusun menjadi sesuatu lintasan yang indah dan nyaman.“Harus diteruskan program perbaikan. Harapannya pemerintah berbuat seperti ini jangan pas ada TMMD saja. Biar kita nyaman dan makin mencintai kabupaten ini,†kata Febi. (roz)