Tripatra Tambah Kapasitas Masjid di Area Proyek

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Kontraktor proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC)-1 konsorsium PT.Tripatra Engineers and Constructors telah menambah kapasitas Masjid di area kerja proyek EPC-1.

“PT. Tripatra Engineers and Constructors telah membangun Masjid besar, yang mampu menampung lebih dari 3000 jamaah,” ungkap Communication Specialist PT Tripatra Engineers and Constructors, Fajar Shodik dalam keterangannya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (13/10/2015).

Dalam keterangannya, pembanguan Masjid ini telah rampung pada akhir Agustus 2015 lalu, dan diberi nama Masjid Al-Ukhuwah. Dengan bertambahnya kapasitas masjid ini, ribuan Karyawan yang bekerja di EPC-1 Proyek Banyuurip, tak perlu lagi berjalan ke masjid kecil di depan kantor TF untuk melaksanakan salat Jumat.

Penambahan kapasitas Masjid ini dilakukan, karena ribuan karyawan Tripatra dan Sub Kontraktor mayoritas beragama Islam. Sehingga, pihaknya menyediakan Masjid dengan kapasitas sangat besar, karena masjid yang ada sebelumnya sudah tidak mampu menampung jumlah jamaah ketika salat Jumat.

“Di Masjid yang ada sebelumnya, setiap salat Jumat selalu dipenuhi jamaah sampai tidak muat, sehingga banyak jamaah yang terpaksa salat jumat diluar masjid. Oleh karena itu, manajemen akhirnya membuatkan lagi sebuah masjid yang memiliki kapasitas lebih besar di dalam komplek EPC-1 Banyu Urip,” jelas Shodik.

Baca Juga :   Banyak Kasus Kabakaran Kilang, DPRD Bojonegoro Ingatkan TWU Patuhi Amdal

Sedangkan Masjid sebelumnya yang berkapasitas sekira 500 Jamaah, saat ini masih tetap difungsikan sebagai tempat ibadah bagi para karyawan setiap hari. Hanya saja, khusus untuk salat jumat, dipusatkan di Masjid yang baru, karena memiliki kapasitas jauh lebih besar.

“Keberadaan Masjid baru ini kami harapkan juga dapat memudahkan Karyawan untuk melaksanakan salat, mengingat letaknya yang lebih dekat dengan area kerja para Karyawan,” jelasnya.

“Hal ini sejalan dengan kebijakan perusahaan yang memberikan hak penuh kepada karyawannya untuk dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman,” papar mantan wartawan salah satu TV swasta nasional ini.

Sekadar diketahui, isu fasilitas ibadah juga sempat diduga menjadi salah satu penyebab insiden amuk massa di area proyek EPC-1, awal bulan Agustus lalu. (Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *