SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser, mangaku, tidak mempersoalkan aksi protes ataupun demo yang kerap terjadi di proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Nggak masalah boleh – boleh saja. Asal, tidak sampai melakukan perusakan,” kata Hendri Fiuser di Pendapa Kecamatan Gayam.
Mantan Kasatreskrim Polda Jatim ini, mengungkapkan, sudah sering mendengar gejolak sosial masyarakat di Kecamatan Gayam. Seperti demo ataupun pemblokiran jalan yang dilakukan masyarakat setempat.
Menurut dia, hal itu masih dalam batas kewajaran. Bahkan, lanjut Kapolres, terkadang perlu dilakukan sebagai bentuk perhatian masyarakat kepada perusahaan.
“Terkadang harus dilakukan. Itu bentuk protes masyarakat agar mendapat perhatian. Ibarat anak meminta perhatian ke orang tuanya ada juga yang seperti itu,” ujarnya.
Dia menghimbau, agar perusahaan yang di proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, terutama konsorsium PT. Tripatra – Samsung dan ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) tidak lupa tetap memperhatikan masyarakat lokal.
“EMCL atau pun Tripatra-Samsung juga harus peka memahami kemauan masyarakat,” imbuhnya.
Seperti diketahui Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendi Fiuser dan jajarannya melakukan kegiatan Polisi Silaturahmi dan Proaktif (Positif) di Kecamatan Gayam.
Hadir dalam acara itu para tokoh masyarakat, sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Gayam, dan unsur Karang Taruna. (Roz)