SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Kecelakaan maut yang melibatkan mobil rombongan ziarah di perlintasan kereta api di Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (18/10/2015) sekira pukul 11.30 WIB, diduga terjadi karena petugas penjaga palang pintu terlambat menutup palang pintu. Sebab tidak ada kerusakan yang terjadi pada palang pintu sebelah utara.
Saksi mata, Eka, warga setempat, mengaku tak mendengar adanya suara sirine sebagai tanda kedatangan kereta api yang diikuti dengan pentupan palang pintu.
“Biasanya pasti terdengar suara sirine. Tapi ini tadi tidak ada sama sekali. Tiba-tiba ada suara benturan cukup keras,†kata Eka di temui di lokasi kejadian, Minggu (18/10/2015).
Senada juga disampaikan, Fadoli, korban selamat Menurut dia, saat mobil yang ditumpanginya akan melintas, palang pintu masih tetap terbuka.
“Makanya tadi tetap masuk dan melintasi perlintasan,†timpal Fadoli.
Akibat peristiwa tragis itu sebanyak empat orang meninggal dunia, dan sepuluh orang luka-luka. Kecelakaan bermula saat mobil elf rombongan ziarah dari Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro melintas dari arah utara.
Karena palang pintu masih terbuka, mobil bernopol S 7536 AA yang memuat 14 orang tersebut masuk melintas perlintasan. Namun naas, saat bersamaan muncul kereta barang bernopol NO 2713 dari arah timur di jalur hilir (sebelah utara). Tabrakan pun tak terhindar. Mobil elf terbalik dan terserat hingga sejuah sekira tiga meter.(suko) Â